PSN kecamatan Tegallalang melangsungkan pesamuan untuk satukan persepsi buat program organisasi
PSN kecamatan Tegallalang melangsungkan pesamuan untuk satukan persepsi buat program organisasi

GIANYAR, balipuspanews.com – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) kecamatan (Korcam)Tegallalang, Sabtu (22/2/2020), menggelar pertemuan untuk mensosiallisasikan visi misi dan menyerap aspirasi para pemangku di kecamatan Tegallalang.

Pertemuan yang dimulai pukul 17.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita itu berlangsung dikediaman sekretaris kecamatan PSN Tegallalang, Pinanditha I Made Dwitayasa di banjar Bayad, desa Kedisan, Tegallalang. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh seluruh pengurus PSN kecamatan dan koordinator desa (Kordes) se – kecamatan Tegallalang muncul berbagai aspirasi.

Ketua koordinator kecamatan ( Korcam) Tegallalang, Pinandita I Gede Rupawan menyebutkan, visi PSN adalah menjadikan pinandita yang handal, profesional, solid dan memiliki integritas yang tinggi serta moral spritual yang tangguh.

Sedangkan misi PSN kata pinandita asal banjar Calo Pupuan itu ada enam, yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas pinandita dengan meningkatkan pengetahuan kepinanditaan agar memiliki kemampuan yang handal, profesional dan dapat melaksanakan tugas kewajibannya dengan penuh tanggungjawab.

Sementara sekretaris kecamatan PSN Tegallalang, Pinandita Made Dwitayasa menambahkan, pertemuan perdana antara pengurus kecamatan dengan Kordes selain mensosiallisasikan visi misi PSN, juga sebagai ajang menjalin silahturahmi antara pemangku se- kecamatan Tegallalang.

“ Dari pertemuan ini, kita ingin menggali persoalan apa yang dihadapi pemangku di setiap desa adatnya. Nantinya, aspirasi tersebut akan dijadikan program kecamatan sepanjang tidak bertentangan dengan AD/ART PSN,” kata Made Dwitayasa yang juga dosen IHDN Denpasar itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan itu juga dibicarakan tentang program kerja Korcam dan Kordes, termasuk sumber pendanaannya.

“ Kita juga berkoordinasi dengan Kordes agar dilakukan pendataan pinandita yang ada di desa adat masing -masing,” pungkas Made Dwita. (bas)