Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews  com –  Komisi IV DPRD Bali memastikan akan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bahasa, Aksara dan Sastra Bali pada hari Kamis (22/3).

” Ranperda ini final akan diketok palu pada tanggal 22 Maret 2018, ” kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali yang juga Ketua Panitia Khusus Ranperda tersebut,   I Nyoman Parta usai pembahasan draf Ranperda Bahasa,  Aksara dan Sastra di Gedung DPRD Bali, Senin (19/3).

Man Parta demikian pria itu disapa menjelaskan dalam perda yang rencananya terdiri dari 8 Bab dan 20 pasal itu akan ditatur tentang hadirnya   lembaga bahasa aksara dan sastra Bali.

Parta yang juga Ketua Pansus Ranperda itu mengatakan   pembentukan lembaga bahasa, aksara  dan sastra itu akan di lakukan oleh Gubernur  Bali yang terdiri dari kalangan akademisi  sastrawan, pegiat bahasa  aksara dan sastra Bali.

Selain itu juga dilibatkan seniman, ahli lontar dan lain sebagainya

Lebih jauh,  politisi PDIP asal Banjar Wangbung,  Desa Guwang,  Kecamatan Sukawati ini mengatakan lembaga ini memiliki tugas dan fungsi, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.

Dalam pelaksanaannya nanti setiap fungsi dan tugas ini akan di turunkan lewat pogram dan kegiatan.

“Kami yakin lembaga ini akan punya kiprah yang baik,  karena pendanaannya akan di tanggung oleh APBD, bantuan dari APBN dan pihak Swasta, ” jelasnya.

Lebih jauh ditekankan dengan adanya perda tersebut sebagai upaya pelestarian salah satu kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Bali.

Bahkan ke depannya juga diharapkan menjadi mata kuliah dasar bagi perguruan tinggi di Pulau Dewata.

Ia mengatakan dengan perda tersebut, maka penulisan papan nama, lembaga di instansi pemerintah dan swasta memiliki kewajiban mencantumkan dengan bahasa dan aksara Bali.

“Perda tersebut sangat penting untuk pelestarian dan penerapan bahasa, sastra dan aksara Bali, sebab dalam perkembangan zaman jika tidak dipelajari dan diterapkan, maka kebudayaan itu akan mengalami ambang kepunahan,” katanya.

Dengan ditetapkannnya perda Bahasa. Aksara. dan Sastra Bali ini, maka bertambah lagi daftar perda yang di bidani kelahirannya oleh Nyonan Parta.

Adapun perda yang telah lahir dari sentuhan tangan dingin Parta   yakni Perda Desa Pekraman, Perda Subak, Perda LPD. Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Perda Perlindungan Sapi Bali.

 

Tinggalkan Komentar...