Rapid Tes Gratis Distop Sopir Demo

truk tertahan di pos cekik
truk tertahan di pos cekik

GILIMANUK, balipuspanews.com- Keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Bali menyetop pelayanan rapid tes gratis bagi awal kendaraan angkutan logistik, berbuntut demo. Sopir -sopir dan kernet angkutan logistik yang merasa keberatan menggelar aksi demo di pos pemeriksaan Cekik, Gilimanuk.

Puluhan kendaraan angkutan logistik yang awak-nya tidak membawa hasil rapid tes Kamis (18/6) menolak untuk dikembalikan. Mereka memilih memarkir kemdaraanya di jalan dan menggelar protes kepada petugas yang ada di pos pemeriksaan Cekik. Mereka beralasan dengan tidak dilayaninya rapid tes gratis lagi, maka unguk melakukan rapid tes mandiri kesulitam biaya. Sebab biaya yang dinerikan hanya cukup untuk BBM dan penyebrangan serta biaya makan saja.

Baca Juga :  371 Guru Kontrak Diverifikasi PPPK

“Kami hanya sopir yang diminta mengantar barang denhan ongkos pas-pasan. Kalau harus membayar untuk rapid tes kami tidak punya uang lagi,” ujar seorang sopir yang memuat kayu.

Sopir laimya menyampaikan, mereka tidak tahu kalau mulai pukul 08.00 rapid tes gratis di Gilimanuk dihentikan. Sehingga mereka tidak meminta biaya tanbahan untuk rapid tesamdirk kepada perusajaanya.

“Kami menyerang pukul 07.00 dan sampai pukul 08.15 ternyata tidak adalagi rapid tes gratis. Kami juga tidak membawa uang untuk rapid tes gratis. Kami minta yang berwenang bisa memberi solusi. Kami juga memgerti dengan kondisi petugas di Gilimanuk ini,”ungkapnya.

Anggota DPRD Jembrana I Ketut Suwastia yang datang ke pos Celik menyampaikan, agar para sopir bisa bersabar karena masalah inj masih dicarikan solusi, apakah nanti mereka akan diberikan rapid tes gratis atau bagaimana.

Baca Juga :  Atlet Porprov Jembrana Gagal Capai Target

“Kami menyadari kondisi sopir-sooir. Namun karena ini sudah ketentuan maka agar ditunggu karena masih dicarikan solusi terbaik,”ujarnya.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa menyampaiakan, untuk sementara agar sopir-sooir menunggu dulu di terminal kargo menunggu koordinasi denga instansi terkait.

“Kalau tetap melanjutkan perjalanan nanti di daerah lain akan dihemtikan dan diminta balik lagi. Kami minta agar menunggu dulu,”ujarnya.

Sekda Jembrana I Made Sudiada mengatakan, mereka yang tidak memnawa rapid tes akan didata dan akan divarikan solusi secepatnya.

Penulis : Anom