Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Bali Buleleng Rapid Test Di Pos Sekat Hanya Untuk Warga Ber-KTP Buleleng, GTPP Mulai...

Rapid Test Di Pos Sekat Hanya Untuk Warga Ber-KTP Buleleng, GTPP Mulai Tanggal 27 Juli

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah penerapan New Normal di Kabupaten Buleleng, catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng sudah melakukan rapid test sebanyak 155 orang di Pos Sekat Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak dengan hasil non reaktif sampai, Selasa (14/7/2020)

Dari pantauan tersebut belum terlihat ada lonjakan pelaku perjalanan dari luar Pulau Bali yang masuk ke Kabupaten Buleleng.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan karena setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda., Sehingga tidak ada lonjakan signifikan dari pelaku perjalanan yang datang ke Buleleng.

“Pelaku perjalanan dari luar Bali yang selama ini masuk ke Buleleng, telah diseleksi di pos sekat Labuhan Lalang, melalui pemeriksaan rapid test secara gratis,” sebutnya.

Lanjut Suyasa mengungkapkan bahwa sesuai arahan dari Ketua GTPP Covid 19 Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST pada tanggal 27 Juli mendatang, pelaksanaan rapid test yang dilakukan di Pos Sekat hanya untuk warga ber-KTP Buleleng yang datang dari luar Bali. Sehingga untuk warga yang diluar Buleleng diwajibkan membawa Surat Keterangan Rapid.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Buleleng warga luar Buleleng yang datang dari luar Bali, wajib membawa surat keterangan rapid test non reaktif. Kalau tidak membawa surat keterangan akan dipulangkan,” lanjutnya.

Disisi lain data perkembangan penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 108 orang, sembuh secara kumulatif 96 orang, dalam perawatan sebanyak 12 orang dengan rincian 11 orang di rawat di RS Pratama Giri Emas dan satu orang di rujuk ke Denpasar.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif secara kumulatif sebanyak 26 orang, PDP terkonfirmasi tujuh orang dan PDP yang dirawat sebanyak tiga orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 125 orang, terdapat satu ODP yang masih di pantau. Sedangkan, untuk jumlah ODP selesai masa pantau terdapat 114 orang dan ODP terkonfirmasi 10 orang.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 2.169 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.877 orang, dan OTG melaksanakan karantina mandiri sebanyak 201 orang, serta jumlah OTG terkonfirmasi sebanyak 91 orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.201 orang dan semuanya telah melewati masa pantau.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Kasus Pencurian Burung Tersangka Kampret Masuk Lapas, Polisi Tangkap Rekannya Wewek

DENPASAR, balipuspanews.com - Kadek Yasa alias Kampret,21, sudah menjalani vonis terkait kasus pencurian burung murai di Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba,  Desa Pemecutan...
Member of