Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Jembrana Rapid Test Masal Kedua, 11 Warga Banjar Munduk Reaktif

Rapid Test Masal Kedua, 11 Warga Banjar Munduk Reaktif

NEGARA, balipuspanews.com – Setelah di Karantina wilayah sejak 3 Juli, kesehatan warga banjar Munduk. Desa Kaliakah, Negara kembali diperiksa. Pemeriksaan dengan rapid test ini dilakukan untuk mengetahui hasil pelaksanaan karantina sebelum berakhir, pada Kamis (16/7).

Sebelumnya karantina banjar disepakati oleh pihak desa bersama gugus tugas Jembrana untuk memutus rantai penyebaran virus.

Pelaksanaan karantina dimulai tanggal 3 Juli selama 14 hari. Dari klaster penyebaran di Banjar Munduk, sejauh ini tercatat 7 orang sudah terkonfirmasi positif covid-19.

Selama masa karantina, pihak gugus secara bergotong royong dibantu desa, adat serta beberapa donatur menyiapkan logistik, terutama kebutuhannya sehari-hari.

Jubir gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, didampingi perbekel Kaliakah I Made Bagiarta seusai pelaksanaan rapid test massal (selasa 14/7) mengatakan, rapid test ini merupakan rapid test yang kedua kalinya dalam masa karantina wilayah di banjar setempat.

Rapid test juga digelar untuk mengukur hasil, jelang berakhirnya pelaksanaan karantina selama 14 hari lamanya.

“Sehingga sebelum masa karantina berakhir, kami ingin mengecek kondisi kesehatan warga,” ujarnya.

Setelah karantina berakhir aktivitas warga akan kembali normal atau memungkinkan warga melakukan kegiatan seperti biasa. Termasuk, jalan yang sebelumnya ditutup akan di buka kembali.

Namun di era tatanan hidup baru ini, warga mesti tetap mengedepankan protokol kesehatan. Terpenting selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman serta rajin mencuci tangan.

“Hal lainnya yang juga tak kalah penting agar warga lebih selektif lagi menerima tamu terutama dari luar daerah , baik keluarga maupun orang luar. Tetap kedepankan protokol kesehatan sehingga penyebaran klaster ini tidak terulang kembali,” tandasnya.

Sementara dari rapid test kedua yang diikuti 767 orang warga hasilnya ada 11 warga yang reaktif. 4 dari jumlah itu merupakan warga yang juga reaktif saat rapid test dan sudah diambil test swabnya. Khusus 4 warga yang kembali terkonfirmasi reaktif dari test cepat tahap kedua, Arisantha memberikan perkecualian.

Menurutnya, keempat warga itu sebenarnya sudah dinyatakan sehat karena hasil swabnya sudah negatif. Sehingga warga tadi tidak perlu diambil test swab kembali.

“Sedikit catatan untuk empat warga tadi, karena sebelumnya hasil swab sudah negatif dua kali kita nyatakan mereka sehat dan tidak terdeteksi virus sars cov-2. Kita maklumi, hasil testnya reaktif karena rapid test massal ini diikuti banyak orang. Jadi memungkinkan untuk ikut terdeteksi kembali. Sehingga putuskan test swab besok hanya diikuti 7 orang dari warga yang reaktif dalam test cepat kedua hari ini, kami berharap hasil swab ketujuh warga nanti kembali negatif. Dengan demikian masa karantina wilayah di Banjar munduk ini berjalan dengan baik sesuai tujuan awal memutus klaster penyebaran,” terangnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of