Rapimnas I PKN, Pasek Suardika: Pemodal Partai Berinisial GR

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika (GPS) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I PKN di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). (Foto: balipuspanews.com)
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika (GPS) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I PKN di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). (Foto: balipuspanews.com)

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika menegaskan partainya siap mengikuti Pemilihan Umum 2024.

Menurutnya, kunci keberhasilan PKN membentuk kepengurusan di seluruh Indonesia adalah buah dari kerja keras para kader.

Bahkan mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat 2009 2014 dan Anggota DPD-RI dari daerah pemilihan Bali periode 2014-2019 ini mengungkapkan kunci dari keberhasilan tersebut merupakan hasil dari gotong royong yang dilakukan kader PKN.

“Banyak pertanyaan siapa yang ngasih duit, kok cepat banget (bikin kepengurusan-red)). Saya sampaikan inisialnya saja ya, inisialnya GR, gotong royong inilah kekuatan Nusantara yang sejati,” ucap Gede Pasek Suardika saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I PKN di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Menurut GPS, demikian Gede Pasek Suardika disapa, keberadaan PKN hampir mirip dengan Partai Keadilan Rakyat (PKR) di Malaysia.

“Kalau PKR ada AI (Anwar Ibrahim), sedang PKN punya Anas Urbaningrum (AU). Dua tokoh ini sempat didzalimi oleh penguasa,” ujarnya.

Saat ditanya kapan Anas Urbaningrum gabung PKN, GPS menyerahkan keputusan tersebut kepada Anas.

“Nanti, Mas Anas sendiri yang akan mengumumkan sendiri kapan akan bergabung,” kata GPS.

Terkait persiapan Pemilu 2024 ytang menyisakan waktu 20 bulan lagi, GPS menargetkan partainya lolos masuk parlemen atau memiliki kursi di DPR RI.

Target itu, menurutnya bukan target yang muluk-muluk, sebab dengan kepengurusan lengkap di seluruh Indonesia, hal itu bisa diwujudkan.

“Kepengurusan kita sudah seratus persen,” tegasnya.

Untuk kepengurusan kabupaten/kota kepengurusan cabang PKN sudah mencapai 476 dari total 514 kabupaten/kota yang ada. Jumlah kepengurusan sebanyak itu dinilai sudah jauh dari minimal syarat yang ditentukan undang-undang yang hanya 391 pengurus cabang di seluruh Indonesia.

Iapun meminta kepada pimpinan PKN di daerah untuk menggenapkan menjadi 541 pengurus cabang di seluruh Indonesia.

“Kita ingin buat sejarah, kita buat menjadi 541. Tambah lagi sedikit, Provinsi Sulsel, Provinsi Bengkulu, tinggal 24 lagi. Kita sama dengan partai-partai besar,” jelasnya.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version