Ayam ilegal
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Pelabuhan gilimanuk adalah akses penyeberangan antar propensi atau antar pulau dari Jawa tujuan Bali atau sebaliknya. Akses ini potensial disalah gunakan atau dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis ilegal masuk bali.

Terbukti Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang tergabung dalam UKL (Unit Kecil Lengkap) dipimpin langsung oleh Kanitnya Akp I Komang Muliyadi, SH., di pos pemeriksaan pintu masuk wilayah bali pelabuhan gilimanuk, kembali mengamankan komoditi ilegal berupa ayam kampung sebanyak 120 ekor milik Nurhayati, perempuan, Banyuwangi, 21 April 1980,Islam,dagang alamat Ketapang Rejo RT 04 RW 13, Dusun Kerajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi yang diangkut menggunakan gerobak kayu, Minggu (6/5) pukul 04.30. wita.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa. Bahwa ratusan ayam tersebut diamankan lantaran tidak dilengkapi dengan dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina Hewan daerah asal.

Komoditi ini ditemukan oleh anggota kami pada saat melintas melewati pos pemeriksaan pintu masuk bali dari Bayuwangi Jawa timur dan rencananya akan dibawa ke pasar Negara.

Sambung Muliyadi komoditi berupa apapun wajib dilengkapi dokumen kesehatan karantina. Karena telah di atur oleh UU No. 16 thn 1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan tumbuhan.

“Setiap pengiriman Hewan, ikan dan mikroorganisme pengganggu tumbuhan, bahan asal hewan dan ikan, hasil bahan asal hewan dan ikan antar area harus dilengkapi dengan surat keterangan Kesehatan dari Kantor Karantina asal.

Jadi jelas perbuatan Nur adalah melanggar Undang-undang karantina, maka yang bersangkutan kami amankan termasuk barang buktinya di Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk guna proses lebih lanjut. Dan rencananya kami akan limpahkan ke Kantor Karantina Hewan Wilayah kerja Gilimanuk.” tutup muliyadi. (Nm/bpn/Art)

Tinggalkan Komentar...