Minggu, Juli 21, 2024
BerandaBulelengRatusan Krama Desa Adat Banyuasri Jalan Kaki Bawa Spanduk Jajagi MDA Kabupaten

Ratusan Krama Desa Adat Banyuasri Jalan Kaki Bawa Spanduk Jajagi MDA Kabupaten

BULELENG, balipuspanews.com – Ratusan Krama Desa Adat Banyuasri dengan diiringi gong menjajagi Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng, Kamis (23/2/23) sekitar pukul 08.30 WITA.

Masa mengepung Kantor MDA dengan membawa sejumlah spanduk berisi tulisan yang menunjukkan kekecewaan mereka dan menolak seluruh hasil Surat Keputusan (SK) dari Sabha Kerta MDA Provinsi Bali tentang ngadegang Kelian Desa Adat Banyuasri tahun 2022-2027.

Koordinator aksi I Made Agus Parthama mengatakan, kedatangan ratusan krama Desa Adat Banyuasri menyatakan sikap dengan tegas menolak keputusan dari Sabha Kertha MDA Provinsi Tentang pengulangan ngadegang kelian desa adat banyuasri tahun 2022-2027.

Penolakan terhadap SK Sabha Kerta MDA Provinsi bukan merupakan penolakan oleh Kelian dan Prajuru Desa Adat Banyuasri ataupun Prawartaka Ngadegang Kelian Adat Banyuasri Tahun 2022-2027, tetapi murni hasil Keputusan Paruman Agung Desa Adat Banyuasri yang merupakan lembaga pengambil keputusan tertinggi di Desa Adat Banyuasri.

Selain itu, para krama tetap mengakui Nyoman Mangku Widiasa sebagai Kelian Adat Banyuasri terpilih masa bakti Tahun 2022-2027 sesuai hasil Paruman Desa Adat Banyuasri.

BACA :  Dinilai Sukses Turunkan Angka Stunting, Kabupaten Dairi Studi Tiru ke Klungkung

“Ini bentuk komitmen kami mempertahankan harkat dan martabat desa kami dari upaya pihak luar, termasuk MDA. Jadi jangan mengintervensi urusan rumah tangga dan kearifan lokal Desa Adat kami,” tegasnya.

Lantas ditanya terkait adanya 11 orang Krama yang terkena sanksi kasepekang dirinya mengatakan mereka sudah menjalani sanksi sejak bulan maret 2022 karena sudah dinyatakan melanggar awig-awig dan apa tindakan mereka dinilai sudah cenderung membuat kegaduhan di Desa Adat.

“Kasepekang ini sanksi tidak seram. Kita sudah kasih menghaturkan guru piduka supaya bisa kembali ke adat, tapi apa mereka menolak dan malah mengadu ke MDA Provinsi,” sebut dia diiringi teriakan masa.

Bahkan Agus menyebut jika keinginan dari Krama adat Banyusari ini pun sudah dipikir secara matang. Konsekuensi yang diterima desa adat pun sudah siap mereka terima. Termasuk bantuan-bantuan dari pemerintah. Namun hal tersebut ditegaskan para krama untuk siapa menerima apapun yang terjadi nantinya.

“Kami tegaskan kembali untuk menerima semua konsekuensi. Termasuk mungkin dana hibah 300 juta setiap tahun. Itu mungkin terhambat, itu sudah disadari oleh krama,” imbuhnya.

BACA :  Coklit Pilkada 2024 di Karangasem, Ribuan Data Pemilih Tidak Memenuhi Syarat

Namun demikian dirinya berharap apa yang menjadi keinginan krama ke depan segara bisa direspon MDA Provinsi. Krama pun mengancam jika tidak ada tanggapan terkait pernyataan sikap tersebut, mereka akan datang kembali ke MDA Buleleng. Bahkan mengancam akan melakukan penyegelan terhadap kantor MDA.

Disisi lain, Patengen Madya MDA Buleleng I Ketut Indrayasa menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Krama Desa Adat Banyuasri sudah diterima dan akan disampaikan kepada pucuk pimpinan di MDA untuk diproses.

“Kita sudah menerima berkasnya belum saya baca tapi nanti pasti disampaikan kepada pucuk pimpinan. Kalau soal Deadline, yang jelas tergantung pimpinan. Saya hanya menyampaikan,” ujar dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular