Jumat, Juni 21, 2024
BerandaJembranaRatusan Pasang Kerbau Adu Cepat di Jembrana Cup

Ratusan Pasang Kerbau Adu Cepat di Jembrana Cup

JEMBRANA, balipuspanews.com– Mekepung selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, juga merupakan daya tarik wisata yang potensial, karena ciri khas dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional maupun internasional.

Kaki ini Mekepung Jembrana Cup kembali digelar. Diikuti sebanyak 226 peserta, Minggu (15/10/2023) adu cepat pasangan kerbau itu digelar di Sirkuit All in One Desa Pengambengan.

Dari 226 peserta tersebut terdiri dari 121 regu barat (Ijogading barat) dan 105 regu timur (Ijogading timur).

Koordinator Mekepung, I Made Mara mengatakan Mekepung Jembrana Cup 2023 ini diikuti sebanyak 226 pasang. Dari 226 pasang itu dibagi menjadi dua regu yakni 121 untuk regu barat dan 105 untuk regu timur.

“Peserta Mekepung sampai hari ini sangat meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Namun sekarang semuanya meningkat untuk timur 105 pasang dan 121 pasang untuk regu barat,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa  Bupati Jembrana sangat getol untuk mempertahankan warisan nenek moyang kita yang sudah menjadi icon Kabupaten Jembrana sendiri.

BACA :  Desa Penyaringan Dinilai Lomba Keamanan Lingkungan se-Bali

“Dengan itu kami selaku kordinator mekepung mewakili dari pada anggota semua berterima kasih kepada bapak Bupati Jembrana yang sudah begitu antusias beliau memperjuangkan daripada memelihara seni budaya ini supaya tidak tenggelam,” ungkapnya.

Mara menambahkan, dengan bukti nyata yang telah berikan oleh bupati Jembrana. Dirinya bersama sekaa mekepung lainnya sangat mendukung segala program bupati Jembrana.

“Dengan itu kami sekaa Mekepung Kabupaten Jembrana apapun menjadi program bapak bupati kedepan kami mendukung. Kenapa program yang baik kok kita tidak dukung, pasti kita dukung selama program itu berpihak kepada masyarakat satu bukti disini (Sirkuit All In One,red),” tandasnya.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba asal Desa Kaliakah ini mengatakan bahwa Mekepung merupakan barang yang sangat mahal, tentu dengan adanya Sirkuit All In One ini sebagai jawaban peduli pemerintah daerah terhadap sekaa Mekepung.

“Kita terus berpikir bahwa tidak selamanya kita bisa pertahankan sirkuit yang ada di desa-desa yang ada sekarang ini mana kala perkembangan penduduk semakin bertambah disepanjang jalan. Sirkuit yang sudah ada mungkin di Tuwed, Delodberawah sudah dibangun rumah, dibangun industri. Kita tidak bisa membendung karena itu bukan milik kita,” ujarnya.

BACA :  Korban Tewas Insiden Kebakaran Gudang Gas Kini 17 Orang

Karena itu, keberadaan Sirkuit All In One sebagai jawaban untuk pelestarian tradisi Mekepung yang ada di Jembrana.

Bupati Tamba mengatakan Sirkuit All In One ini sebagai salah satu tempat aktraksi budaya yang mungkin bisa dipertahankan sepanjang masa.

“Tempat Ini (Sirkuit All In One,red) untuk mereka (masyarakat,red) bukan bupati, silakan tempat ini digunakan dan dirawat,”ungkapnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular