Ratusan Penduduk tak Beridentitas Terjaring Operasi Subuh

Duktang terjaring oprasi gabungan

Jembrana, balipuspanews.com – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polisi dan TNI serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kesbangpolinmas mengamankan ratusan penduduk tanpa identitas.

”Mereja sudah lama tinggal di Jembrana dan semestinya sudah memiliki SKTS, tetapi tapi meraka sangat bandel sekali. Kalau nanti lagi datang tanpa melengkapi identitas yang jelas dan kelengkapan yang tidak lengkap akan dikenakan snagsi. Selain dendat juga kurungan,” ujar Bupati Jembrana I Putu Artha yang ikut memberikan pembinaan.

Artha menyampaikan oprasi gabungan ini dilakukan juga sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk mengantisipasi maupun mencegah bahaya radikalisme maupun gangguan ketertiban lainnya dikabupaten masing-masing.

“Razia digelar bukan berarti Jembrana menutup diri dan tidak memperbolehkan warga luar Bali tinggal disini. Namun harus benar prosedurnya, dilengkapi dengan KTP, surat keterangan tinggal sementara ( SKTS) bagi mereka yang tinggal lebih 24 jam, serta adanya penjamin dari daerah asal bagi mereka yang hendak bekerja. Kalau tidak punya identitas tentu akan kena penertiban bahkan hukum pidana,”ungkapnya. Artha.

Ia menambahkan berbagai aturan itu secara tegas diterapkan guna menjaga Jembrana maupun Bali dari oknum-oknum yang ingin merusak ketertiban, menyebar radikalismes maupun terorisme.

Seperti diketahui Operasi yang dimulai pukul 03.30 dengan sasaran rumah kos dan kontrakan itu berhasil menjaring 184 duktang. Dua diantaranya tidak membawa identitas apapun sehingga langsung disidang tindak pidana ringan (Tipiring). Sementara 182 lainya tidak melengkapi diri dengan surat keterangan tinggal sementara (SKTS) meski mereka sudah lama tinggal di Jembrana.

Mereka kemudian dibina lalu diminta pulang ke daerah asalnya untuk melengkapi persyaratan untuk mengurus SKTS. Mereka diberikan waktu 15 hari untuk mengurus SKTS dan jika nanti tidak mengurus akan ditindak dengan pidana.

Tinggalkan Komentar...