Ratusan Personil Damkar Diberi Pelatihan Tangani Satwa Liar

Instruktur saat memberikan praktek penanganan terhadap satwa ular
Instruktur saat memberikan praktek penanganan terhadap satwa ular

BULELENG, balipuspanews.com – Ratusan lebih personil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng diberikan pelatihan terkait penanganan untuk hewan/satwa liar yang berpotensi meresahkan masyarakat.

Dalam pelatihan itu, personil dituntut harus bisa memiliki ketelatenan yang lebih dari hanya sekedar melakukan penanggulangan kebakaran. Salah satunya berkompeten dalam menghadapi keberadaan satwa liar yang meresahkan masyarakat.

Sehingga para personil dari semua pos Damkar dilatih dalam melakukan penanganan terhadap satwa liar bersinergi dengan Kantor Resort Buleleng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, yang bertempat di Banyualit Resort & Spa Lovina, pada Rabu (15/6/2022).

Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Made Subur menyebutkan Damkar Kabupaten Buleleng melatih sekitar 110 orang personil, baik dari kantor pusat di Singaraja maupun dari masing-masing Pos lainnya.

Baca Juga :  Perkenalkan Produk UMKM , Wabup Suiasa Buka Pameran Badung UMKM Week Local to Global

Tujuan diadakannya pelatihan tidak lain untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. Khususnya dalam menangani satwa liar yang menyusup ke rumah warga sehingga berpotensi merusak atau bahkan mengancam nyawa.

“Jadi SDM perlu kita berikan pemahaman terkait dengan tugas penanganan hewan liar, di samping juga pemenuhan sarana dan prasarana menjalin kerjasama dengan BKSDA,” terang Subur.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buleleng itu menjelaskan bahwa jajarannya akan diberi pemahaman terkait karakteristik satwa liar seperti ular, biawak, kera, dan jenis satwa lainnya.

Hal itu ditujukan agar penanganan satwa liar tidak hanya aman bagi petugas dan warga saja, namun juga tidak menyakiti satwa yang ditangani.

Baca Juga :  Denpasar Raih Penghargaan Nasional Reformasi Birokrasi dari Kementerian PAN-RB

Disamping itu, dalam menangani satwa liar tidak hanya dibutuhkan kompetensi. Namun perlu pula sinergitas yang dilakukan dengan Kantor Resort Buleleng BKSDA Provinsi Bali untuk mengoptimalkan evakuasi terhadap satwa liar ke habitat yang semestinya.

“Hasil tangkapan hewan liar ini kan kita tidak boleh bunuh, tapi dikirimkan juga ke BKSDA, sehingga dalam prosesnya akan dikembalikan ke habitatnya agar kembali ke alam liar dan tidak mengganggu warga lagi,” ungkapnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Resort Buleleng BKSDA Provinsi Bali, Putu Citra Suda Armaya menyampaikan bahwa dalam acara itu disampaikan sejumlah materi terkait standar operasional prosedur (SOP) tentang penyelamatan satwa liar.

Dimana dirinya menekankan, petugas diharuskan memiliki kemampuan menggunakan alat dalam menangani satwa liar sehingga baik petugas maupun satwa liar tidak terluka selama proses evakuasi.

Baca Juga :  Keberlanjutan Pemerintahan Harus Diteruskan Sosok Sevisi dengan Presiden Jokowi

Selain itu, Putu Cutra ikut memberikan pemahaman terkait kategori satwa liar yang dilindungi atau tidak. Hal itu penting agar tindak penyelamatan satwa liar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Aspek-aspek hukumnya, kalau satwa yang dilindungi apa yang harus ditangani, terus administrasinya seperti apa, jadi berita acara serah terimanya dan sebagainya,” papar Putu Citra.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan