Sire Arya Kanuruhan Bali gelar Sapuh Leger massal
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – 114 warga pasemetonan Sire Arya Kanuruhan Bali Sabtu ( 22/9/2018) mengikuti prosesi Sapuh Leger. Upacara ruatan ini khusus dilaksanakan untuk warga atau anak yang lahir bertepatan dengan Wuku Wayang. Menurut Mangku Jati, salah satu pemangku pengayah dalam acara tersebut mengatakan, sesuai dengan Kala Purana Tatwa, ini merupakan pebayuhan oton untuk anak yang lahir pada Wuku Wayang agar sang anak tidak diganggu oleh Bhuta Kala atau Batara Kala.

Sementara itu, selaku Ketua Panitia Karya, I Komang Kisid mengatakan, ritual Nyapu Leger massal ini adalah rangkaian akhir dari karya ngaben dan ngeroras yang digelar beberapa waktu lalu.

Khusus untuk Nyapu Leger kali ini, warga hanya dikenakan  ditambahkan sesari atau punia yang akan diserahkan kepada Jro Dalang Wayang sebesar Rp.100 ribu per orangnya mengingat ritual ini wajib mementaskan wayang dengan kisah tertentu.

Ritual Nyapu leger ini sebenarnya harus dilaksanakan ketika usia bayi yang lahir di wuku wayang tepat berusia 6 bulan atau satu oton. Namun karena untuk menggelar ritual ini butuh biaya yang tak sedikit sehingga untuk meringankan biaya dilakukan secara massal.

Pun demikian,warga yang tidak melaksanakan Sapuh Leger saat satu oton harus melangsungkan beberapa kali. Terakhir harus dicari pas otonannya saat Wuku Wayang.

Untuk ritual Nyapu leger dipuput oleh sulinggih Ida Pedanda Istri Anom dari Geria Kanginan, Sibetan sedangkan untuk sesolahan wayang dilaksanakan oleh Ki Dalang Ide Made Adi Putra atau Ide Made Ukir dari Geria Besang, Sibetan. ( igs)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...