Aksi penyelundupan barang-barang ilegal digagalkan oleh jajaran Polsek Gilimanuk
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Penyelundupan barang barang ilegal ke pulau Bali, sepertinya tidak pernah ada henti-hentinya. Terbukti dengan sering digagalkannya aksi penyelundupan barang-barang ilegal oleh jajaran Polsek Gilimanuk, di pelabuhan penyebrangan sebagai salah satu filter masuk wilayah Bali.

Selasa pagi (10/4) sekitar jam 07.30 Wita, Unit Kecil Lengkap (UKL) dalam pelaksanaan pemeriksaan di pintu masuk Bali, unit Reskrim Polsek Gilimanuk dipimpin Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi SH berhasil mengamankan 16 dus sesar yang di dalamnya berisikan ratusan ribu jamu obat kuat merk “Cobra’X” tanpa dilengkapi daftar BPOM yang sah.

Seizin Kapolsek Kawasan Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa, Muliyadi menjelaskan bahwa mobil box ekspedisi “KaLoG” dengan Nopol: D 8457 EN yang dikemudikan oleh Fajar Wira Negara (31) asal Banyuwangi ini, begitu turun dari kapal diarahkan ke tempat pemeriksaan, setelah dilaksanakan pemeriksaan barang yang dibawa ternyata mobil Box ini mengangkut Jamu Cobra’X

Jamu Obat Kuat Cobra’X ini, adalah salah satu jamu yang sudah ditarik peredarannya oleh BPOM, dikarenakan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) “Sildenafil Sitrat” (berabahaya untuk kesehatan bahkan berakibat kematian).

“Selain jamu di dalam mobil, juga ditemukan satu ekor kucing jenis Persia yang dilarang masuk Bali karena termasuk hewan pembawa penyakit mematikan. Jadi baik jamu kuat dan juga kucing adalah merupakan paket dari perusahaan kereta logistik yang dikirim dari Purwokerto dan Lumajang via kereta api, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan ekspedisi tujuan Denpasar,” ujarnya.

Untuk sementara Jamu Obat Kuat “Cobra’X” dan seekor kucing diamankan di Mako Polsek Gilimanuk guna diproses lebih lanjut. Dan kami koordinasi dengan BPOM Denpasar kaitannya dengan Jamu serta Karantina Hewan Gilimanuk mengingat Hewan penyebar rabies seperti kucing, anjing, kera dan sejenisnya dilarang masuk Bali. Sehingga nantinya kami bisa mengambil keputusan untuk langkah selanjutnya,” ujar Mulyadi. (jbr)

Tinggalkan Komentar...