Realisasi PAD Buleleng Capai 67 Persen, Ketua TAPD Buleleng : Harus Digenjot Agar Optimal

Suasana Rapat Evaluasi TAPD Buleleng, di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Rabu (21/10/2020).
Suasana Rapat Evaluasi TAPD Buleleng, di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Rabu (21/10/2020).

BULELENG, balipuspanews.com – Peningkatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dioptimalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, sampai dengan triwulan (TW) III tahun 2020, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng telah mencapai 67 persen. Hal itu terungkap saat pemaparan yang dilakukan saat Rapat Evaluasi TAPD Buleleng, di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Rabu (21/10/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng menyampaikan PAD Kabupaten Buleleng yang dipasang pada anggaran perubahan sebesar Rp.335.072.650.875. sampai TW III PAD Buleleng mencapai 67 persen atau Rp 224.498.676.086. Dengan pencapaian tersebut, optimisme untuk memenuhi target sampai dengan akhir TW IV sangat tinggi. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terus digenjot untuk mencapai hal tersebut. Ia tak menampik, selama pandemi covid-19 seluruh aspek ekonomi terpengaruh.

“Terus digenjot. Kami juga lakukan evaluasi. Kita minta agar dapat mengoptimalkan pendapatan dari sektor yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Suyasa setiap SKPD diminta untuk dapat berinovasi dan memaksimalkan upaya dalam menggali potensi PAD yang ada. Selain itu pihaknya melihat pada gambaran awal laporan realisasi PAD masing-masing SKPD, sampai bulan Oktober 2020 mengalami peningkatan cukup signifikan. Sehingga, target yang sudah dipasang optimis untuk dicapai pada akhir TW IV nanti.

“Kalau dihintung hingga bulan Oktober 2020, PAD Buleleng sudah mencapai 90 persen,”tegasnya.

Bahkan terkait SKPD yang saat ini digenjot untuk menaikan PAD nya, pihaknya mengungkapkan akan lebih menggenjot lagi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Buleleng (DPMPTSP). Sebab melalui dinas DPMPTSP masih ada beberapa peluang guna meningkatkan dengan masih adanya izin yang bisa dilakukan seperti jasa umum, pembangunan menara telekomunikasi itu harus dikejar supaya segera malakukan pembayaran tahunan.

Akan tetapi saat ini untuk RSUD Buleleng sampai bulan Desember mendatang bisa melampui target PAD. Hal ini di karenakan tingkat operasional yang sudah lebih baik dan juga dengan adanya Lab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Khusus di RSUD Buleleng mungkin bisa mencapai 100 persen dari yang ditargetkan,”tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan