Sidang PN Klungkung
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Adanya upaya untuk merebut aset sitaan kasus Korupsi mantan Bupati Klungkung Wayan Candra terus bergulir. Namun realita yang terjadi dalam Sidang perdata gugatan I Nengah Nata Wisnaya, ke Kejari Klungkung terkait penyitaan aset narapidana kasus korupsi I Wayan Candra akhirnya  Majelis hakim dalam vonis-nya,  malah menolak seluruh gugatan oleh penggugat. Sidang PN Klungkung yang dalam sidangnya Kamis(9/5) lalu tersebut secara tegas tidak bisa menerima dasar acuan yang dipakai alasan menggugat tersebut.

Kepastian penolakan keputusan oleh Majelis Hakim PN Klungkung itu dibenarkan Kasi Datun Kejari Klungkung ,Cokorda Gde Agung Indrasunu Jumat(10/5).

” Sebelumnya kami telah melalukan jawaban dan pembuktian. Dari vonis hakim, menolak gugatan dari penggugat seluruhnya,” ujar Kasi Datun Kejari Klungkung,  Cokorda Gd Agung Indrasunu tegas.

Dengan vonis ini, Kejaksaan mampu mempertahankan aset-aset yang merupakan rampasan negara hasil tindak pidana korupsi mantan bupati Klungkung, Wayan Candra. Sementara sidang vonis oleh penggugat, I Ketut Rugeg akan dilaksanakan Kamis (16/5) mendatang

” Vonis ini dari kami kejaksaan, kami pandang sangat tepat. Karena semua pembuktian mengenai aset-aset itu

sudah dibuktikan saat pengadilan perkara korupsi Wayan Candra. Perkara itupun sudah meniliki kekuatan hukum tetap sesuai putusan Mahkaman Agung,” jelasnya

Sementara kuasa hukum penggugat Nengah Nata Wisnaya, Togar Bangun ketika dikonfirmasi belum dapat memberikan komentar terkait vonis ini.

“Saya konfirmasi dulu ke klien saya bang,” ungkapnya melalui pesan WA.

Sebelumnya, Kajari Klungkung Otto Sompothan, mengakui jika pihaknya digugat oleh dua kerabat dari terpidana kasus korupsi pengadaan lahan dermaga Gunaksa I Wayan Candra. Pihaknya digugat terkait aset yang disita oleh Kejaksaan Negeri Klungkung, dari tangan Wayan Candra. Namun gugatan tersebut dilayangkan, setelah adanya keputuhan tetap dari Mahkamah Agung jika aset tersebut adalah rampasan negara dan sudah siap untuk dilelang.

” Mereka (penggugat), mau mengambil kembali aset yang sudah kami sita menjadi aset negara. Dalih mereka aset itu atas nama mereka. Padahal kasus ini kan sudah inkracht, atau sudah ada kekuatan hukum tetap. Sudah ada putusan dari Mahkamah Agung, dan status aset ini menjadi barang rampasan negara dan sudah siap kami eksekusi (lelang),” tegas Kajari Klungkung, Otto Sompothan

Dari gugatan ini, pihak Kejari Klungkung melihat adanya indikasi dari pihak tertentu untuk berupaya  melakukan tindak pidana pencucian uang. Pihak Kejari pun akan mempelajari hal ini

Kejaksaan kedepan akan lebih proaktif, akan menelusuri pihak-pihak yang saling bekerjasama, untuk berupaya menyamarkan aset negara tersebut. Kedepannya semua yang terlibat dari indikasi itu akan dibidik, sehingga tidak ada lagi upaya-upaya merebut aset yang telah menjadi sitaan negara agar tidak nantinya disamarkan oleh pihak pihak tertentu.(Roni)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here