Rejeki Tukang Ojek Dibalik Karya IBTK di Pura Agung Besakih

Tukang ojek di Pura Agung Besakih yang mengais rejeki saat piodalan IBTK
Tukang ojek di Pura Agung Besakih yang mengais rejeki saat piodalan IBTK

KARANGASEM, balipuspanews.com – Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem menjadi berkah tersendiri bagi jasa tukang ojek untuk mengais rejeki.

Bahkan, sejak puncak Karya IBTK di Pura Agung Besakih pada 5 April 2023 lalu, para tukang ojek ini kebanjiran job, tak sedikit dari mereka yang ngojek full dari pagi sampai sore bahkan ada juga yang ngojek hingga subuh utamanya saat hari libur seperti Sabtu dan Minggu.

Menurut penuturan salah seorang tukang ojek di kawasan Pura Besakih, dalam sehari mereka bisa mendapat penghasilan ratusan ribu rupiah, terlebih pada saat hari libur, tentu pengguna jasa mereka akan berlipat, bahkan tidak pada siang hari saja melainkan bisa sampai malam hingga subuh.

Baca Juga :  Berangsur Normal, Pj. Gubernur Dorong Maskapai Garuda Tambah Penerbangan ke Bali

“Kalau pemedek lagi ramai lumayan dapet sehari, tapi kalo lagi sepi ya sekitar Rp150 sampai Rp200 ribuan sehari, dengan tarif Rp10 ribu sekali angkut,” ujar salah seorang tukang ojek.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Fasilitas Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Wayan Mastra dikonfirmasi, Selasa (25/4/2023) mengatakan, keberadaan jasa tukang ojek tersebut memang di akomodir atau diberikan kesempatan oleh Badan Pengelola untuk melayani pemedek yang mebutuhkan jasa mereka.

Hanya saja, para tukang ojek ini dibatasi, dimana mereka tidak diperbolehkan ngojek dikawasan margi agung melainkan melalui jalur-jalur seperti misalnya di depan Pustu Desa Besakih menuju ke Utara.

“Terkait keberadaan tukang Ojek itu, memang diberikan kesempatan atau diakomodir, namun mereka dibatasi tidak boleh melalui margi agung. Namun melalui jalur lain yaitu di jalan depan Kantor Pustu Besakih ke utara,” kata Mastra.

Baca Juga :  Eks Napi Bobol ATM dan Kepemilikan Ganja, Bule Turki di Depak dari Bali

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan