Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

DENPASAR TIMUR,balipuspanews.com- Rektor Institut Seni Indonesia ( ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum, melantik dan pengambilan sumpah  empat pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar, Senin (28/1/2019).

Empat pejabat baru yang dilantik di Gedung Natya Mandala tersebut, masing- masing Dr. I Gede Yudarta, S.SKar, sebagai Ketua Program Studi Seni Program Doktor (S3), Tjokorda Raka Niti Semara, ST, sebagai Kepala Bagian Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan masyarakat pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama ISI Denpasar, I Gusti NgurH Oka Ariwangsa, SE, MM sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Penganggaran pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama ISI Denpasar dan Putu Anita Kristina, SE, MM, sebagai Kepala Sub Bagian Umumdan Keuangan pada lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan.

” Kemarin saya  gembira dikasi tahu pembantu rektor  II,  bahwa sistem rekrutmen atau suksesi dilakukan secara transparan dan berkeadilan dengan menggunakan sistem. Mungkin sebelumnya ada kesan pengangkatan  cenderung kurang terbuka atau sistem kurang bagus. Kali ini, rekrutmen  diawali dengan perekrutan, bidding, pendaftaran, testing, dan diuji oleh penguji. Siapa yang mumpuni, dialah yang layak menjabat. Hilangkan paradigma bahwa pejabat struktural diangkat oleh pimpinan dan sekarang semuanya sistem yang mengatur,” kata Rektor Sugiartha.

Menurutnya, perjalanan ISI yang kini berumur 16 tahun sejak didirikan tahun 2003 penuh liku. Perjalanan kampus ini mulai dari jaman ASTI, STSI hingga ISI.

Dalam berproses, tidak hanya infrastruktur yang diperbaiki. Sumber Daya Manusia ( SDM) hingga sistem banyak telah berubah lebih baik.

Lebih jauh demikian Sugiartha,  semua aparatur sipil negara (ASN) di ISI Denpasar agar tetap bersiap diri, tetap mengikuti aturan dan berpacu untuk  berprestasi.

“ Siapa yang berprestasi dia yang akan berhak mendapat jabatan. Memegang prinsip jabatan tidak didapat dari bantuan dari orang lain. Jabatan didapat dari diri sendiri,” tegasnya.

Secara blak- blakan Sugiartha menegaskan, jika ada seseorang yang menjanjikan untuk menjadi pejabat itu adalah hal tidak benar.

“ Yang bisa menjadikan pejabat adalah diri sendiri. Tentu lewat kompetisi. Mari jaga iklim yang sudah bagus ini,” sebutnya.

Menjadi pejabat diera sekarang semakin hari menurutnya, harus semakin pintar. Apalagi dunia telah memasuki era digital dimana semua sistem perkantoran, keuangan, akademi,kepegawaian dan  akademis kemahasiswaan menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.(bud/bpn/tim).

Advertisement
Loading...