Remaja kekinian (ilustrasi google)
sewa motor matic murah dibali

LenteraJiwa, balipuspanews. com -Kekinian, kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, dari kue kekinian sampai perilaku yang kekinian. Orang dewasa biasanya telah mampu untuk memilah hal kekinian yang pantas dan tidak pantas untuk diikuti. Tapi bagaimana dengan remaja? Remaja adalah masa yang paling rentan karena mudah terbawa arus lingkungan.

Kebanyakan orang menganggap masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. Hal ini karena mereka menghabiskan banyak waktu luang bersama dengan temannya.

Pada tahap ini remaja sedang berada pada fase mencari jati diri sehingga rentan terkena pengaruh-pengaruh dari lingkungan.

Pengaruh yang diterima ini tidak selalu positif. Remaja merasa sangat perlu diterima oleh lingkungannya. Untuk mereka yang paling penting saat ini bagaimana caranya agar dapat berbaur di lingkungan pertemanannya kalau bisa menjadi trend center lebih bagus lagi, padahal sebenarnya mereka juga belum tentu nyaman dengan yang mereka lakukan.

Kondisi emosi remaja yang belum stabil membuatnya kesulitan memilih mana hal yang positif dan mana hal yang negatif. Misalnya saat ini banyak remaja yang berpakaian dan menggunakan makeup yang berlebihan sehingga terlihat lebih tua daripada usianya.

Mereka belum bisa menyesuaikan antara dandanan dan tujuan. Seperti menggunakan lipstik berwarna merah, eyeliner, pensil alis, dan blush on saat pergi ke sekolah.

Dari sisi pakaian, remaja cenderung meniru gaya berpakaian seperti di sinetron yaitu menggunakan rok pendek yang ketat, celana pensil, rambut diwarnai, dan baju ketat. Hal ini dilakukan remaja agar diterima di kelompok pertemanan yang mereka anggap populer.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi karena tayangan-tayangan di televisi yang kurang mendidik seperti sinetron.

Sinetron-sinetron saat ini lebih banyak menunjukkan mengenai hal-hal yang negatif.

Tayangan-tanyangan seperti inilah yang menyebabkan tergesernya standar ‘keren’ bagi remaja kekinia, yang pada awalnya keren itu adalah mendapat prestasi yang baik, mendapat beasiswa menjadi kebut-kebutan dijalan, menggunakan makeup yang berlebihan saat ke sekolah, seragam sekolah yang ketat, gaya berpacaran seperti suami istri, dan hidup yang bermewah-mewahan.

Tayangan yang memberikan contoh seperti itulah yang menyebabkan remaja menggap jika perilaku yang demikian adalah hal yang keren.

Lalu bagaimana cara menyikapinya? Pertama, menambah tayangan-tayangan televisi yang mendidik seperti pemberian informasi mengenai dunia, tempat-tempat wisata, dan politik.

Kedua, orang tua perlu mengawasi acara yang ditonton oleh anak-anaknya. Ketiga, orang tua mengarahkan hobi anak pada kegiatan yang positif.

Misalnya jika anaknya menyukai dunia fashion orang tua dapat mengarahkan anaknya mengikuti modeling. Jika anaknya tertarik dengan make up maka dapat diarahkan untuk mengikuti kursus menjadi makeup artist.

Penulis: Ida Ayu Maitry Sanjiwani M.Psi., Psikolog

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here