Rencana Pembelajaran Tatap Muka Berdurasi 4 Jam, Dewan Bali Ingatkan Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung

DENPASAR, balipuspanews.com – Menurut kalender pendidikan, tahun ajaran baru 2020/2021 sebentar lagi dimulai yakni pada Juli.

Melihat situasi pandemi Covid-19 yang tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat, mau tak mau Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) akan mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa mengatakan apakah KBM digelar tatap muka atau dalam jaringan, nantinya itu berdasarkan keputusan yang ditentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Belakangan, pelaksanaan KBM disebut-sebut digelar tatap muka yang berlangsung secara bergiliran, serta dibatasi durasi empat jam.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung menyampaikan pendapatnya terkait hal tersebut.

Baca Juga :  Kepergok Korban saat Lakukan Curanmor, Pria asal Malang Ini Diringkus Polsek Denpasar Utara

Menurutnya, opsi itu bisa saja dilakukan dan relatif lebih aman dari penularan Covid-19 serta efisien dalam menyampaikan materi ajar.

“Memang new normal harus dijalankan pelan-pelan tapi pasti. Durasi empat jam itu relatif aman dan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (6/6/2020).

Dengan durasi itu dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, para siswa dan guru tetap aman dari penularan Covid-19 melalui transmisi lokal.

“Itu waktu yang aman buat siswa belajar di masa pandemi, karena tidak boleh juga terlalu lama kita berkumpul. New normal harus berjalan baik, asalkan protokol kesehatan tetap dan harus dijalankan,” ungkapnya.

Terlepas dari keinginan pembelajaran berlangsung normal kembali, menurutnya pergerakan kasus positif Covid-19 penting menjadi pertimbangan. Apabila belum terkendali, maka sebaiknya pembelajaran dilakukan dalam jaringan atau ditunda.

Baca Juga :  Ambil Ponsel Orang yang Ditinggal Pemiliknya, Pria 32 Tahun Diamankan Polsek Densel

“Soalnya kita takut juga lonjakan tinggi lagi karena anak-anak belum bisa diberitahu tentang bahaya berkerumun, dan sebagainya,” kata dia.

Selain itu, kata dia, lembaga pendidikan juga harus siap apabila KBM kembali berlangsung normal. Kesiapan meliputi mental, fasilitas dan protokol kesehatan. Kepada para siswa, ia berharap tetap menjaga semangat belajar di tengah pandemi.

“Kalau tetap dilakukan new normal ini, kita harus bersama-sama melawan Covid-19 ini dengan cara ikuti aturan dan protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Putu Artayasa