Rencana Vaksinasi Covid-19, Ini Pandangan PHDI Pusat

Ket foto: KA Arsana selaku Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat merangkap ketua umum Prajaniti Indonesia dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat malam (20/11/2020).
Ket foto: KA Arsana selaku Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat merangkap ketua umum Prajaniti Indonesia dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat malam (20/11/2020).

JAKARTA, balipuspanews.com- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyambut baik rencana pemerintah melaksanakan program vaksinasi sebagai salah satu upaya mencegah penularan pandemi virus corona atau Covid-19.

Penegasan disampaikan KS Arsana selaku Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat merangkap Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat malam (20/11/2020).

Diskusi mengambil tema “Vaksinasi Aman Lindungi Keluarga dan Komunitas Sehat Produktif” sebagai upaya mengedukasi masyarakat dan membantu upaya pemerintah untuk melindungi keluarga dan komunitas.

Diskusi juga menghadirkan Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K)., MM dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta Prof. Philip K Wijaya, Ketua Pengurus Pusat Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Dalam paparannya, Arsana menjelaskan pada dasarnya vaksinasi merupakan bagian dari keseharian masyarakat yang telah terbukti banyak mencegah kematian dari serangan penyakit tertentu.

“Karena tujuannya memang membuat kita sehat dan memberi proteksi dari virus tertentu. Fokus penekanan saya adalah mengajak kita semua adalah pertama biasakan melakukan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Menurutnya hal yang mudah dan ringan ilakukan dalam pencegahan adalah memakai makser, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3 M).

“Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak itu bukan semata kita takut tetapi karena kesadaran bahwa kita menyayangi diri sendiri yang tentunya juga menyayangi orang-orang di sekitar menyanyangi tetangga dan masyarakat,” ujar Ketua Umum Prajaniti Indonesia ini.

Sebenarnya, menurut Arsana, dalam Kitab Weda telah diajarkan bagaimana umat Hindu dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit dan mengelola kesehatan baik kesehatan jiwa (mental) maupun raga (fisik).

“Weda menekankan bahwa sehat itu tidak harus fisik tetapi harus didukung oleh spiritual juga,” tegasnya.

Lalu mengapa manusia bisa sakit dan bagaimana sumber penyakit datang, Arsana menjelaskan dalam suatu penelitian menyebutkan bahwa sumber atau penyebab penyakit itu 50 % disebabkan karena faktor spiritualitas, 25% karena faktor mental atau phikis, 15% karena faktor sosial, dan faktor fisiknya cuma 10% saja.

Dari penelitian, kata Arsana lagi, dapat disimpulkan bahwa untuk menjadikan pribadi yang sehat itu tidak semata hanya urusan fisik saja.

“Tetapi bagaimana kita mengelola pergaulan, mengelola pikiran dan mengelola spiritual kita,” ucapnya.

Pembicara lainnya, Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K)., MM dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) memaparkan tentang rencana pemerintah untuk pengadaan vaksinasi dari China yang rencana sudah dapat dilakukan pada akhir bulan Desember tahun ini, atau bulan Januari tahun 2021 mendatang.

“Saat ini pengadaan vaksin Covid-19 sudah memasuki fase ketiga,” ucap Dr. Kusnadi.

Sedangkan untuk vaksin Merah Putih yang diproduksi di dalam negeri, kalau lancar bulan Juni akan keluar yang benar-benar dari Indonesia.

“Vaksin Covid-19 merupakan sebuah keharusan yang dilakukan untuk mencegah pandemi penularabn Covid-19 dan membatasi penularan virus corona,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Prof. Philip K Wijaya mengajak untuk mendukung program vaksinasi pemerintah.

“Karena semua upa yang dilakukan pemerintah dalam melakukan vaksinasi adalah demi kepentingan masyarakat itu sendiri,” kata Phillip.

Ia mengakui pandemi Covid-19 telah mempengaruhi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan termasuk Umat Budha di Indonesia.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan