Renungan HANI di Pantai Mertasari Sanur, Gebyar Musik Hingga Hadirkan 18 Duta Besar

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyelenggarakan Hari Anti Narkotika International (HANI) di Pantai Mertasari, Sanur, pada Minggu (26/6/2022) malam
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyelenggarakan Hari Anti Narkotika International (HANI) di Pantai Mertasari, Sanur, pada Minggu (26/6/2022) malam

SANUR, balipuspanews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyelenggarakan Hari Anti Narkotika International (HANI) di Pantai Mertasari, Sanur, pada Minggu (26/6/2022) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, dan jajaran Forkompinda Provinsi Bali. Hadir pula 18 Dubes dari berbagai negara, di antaranya Dubes Kolombia, Panama, Ekuador, Rusia, dan Ukraina.

Tidak hanya itu, ada 4.000 orang dari berbagai komunitas yang hadir. Seperti komunitas moge, vespa, mobil, dan lainnya.

Dalam kegiatan malam perenungan HANI yang berlangsung dari pukul 18.00 WITA tersebut, Pantai Mertasari dihiasi ribuan lilin sebagai bentuk keprihatinan bersama terhadap para korban penyalahguna narkoba.

Kegiatan juga diisi deklarasi war on drugs, Speed Up Never Let Up, menyalakan ribuan kembang api, dan hiburan berupa musik yang melibatkan pemusik ternama tanah air.

Komjen Golose menyatakan terimakasih kepada masyarakat Bali yang sudah mengikuti acara malam perenungan HANI yang spektakuler tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali. Dari Pantai Mertasari ini kita nyatakan perang melawan narkoba. Kita tunjukan bahwa kita bisa enjoy tanpa narkoba. Seperti yang kita lakukan malam ini. Ada musik, tarian, dan menyanyi tanpa menggunakan narkoba,” ungkap Komjen Golose kepada wartawan di sela malam perenungan HANI.

Menurut jenderal bintang 3 dipundak itu, malam perenungan HANI dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan seluruh dunia terhadap penyalahguna narkotika.

Mantan Kapolda Bali ini mengajak masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia menyatakan tidak ada toleransi terhadap pengguna narkotika. Tegasnya lagi, para penyalah guna harus disembuhkan, direhabilitasi, dan disiapkan untuk kembali bersosialisasi bersama-sama dengan masyarakat.

Komjen Golose mengaku baru pulang dari Amerika Selatan dan bekerja sama dengan Argentina dan Panama.

Menurutnya, di Panama ada 134 ton kokain disita aparat setempat. Bayangkan saja bila itu terdistribusi ke dunia, sehingga ini memerlukan kerjasama antar berbagai pihak.

Diakuinya persoalan yang ada di Indonesia adalah narkoba jenis sabu.

“Meski demikian saya berpikir jauh ke depan. Mencegah keterpaparan masyarakat indonesia dari penggunaan kokain. Sekarang ini saya sangat senang karena banyak sekali komunitas masyarakat yang hadir. Ini menunjukkan mereka besama-sama dengan BNN dalam memberantas narkotika,” beber Golose.

Ia berharap, tidak boleh ada satu Kecamatan di Bali yang terlepas dari pengawasan. Dari Bali bergelora untuk Indonesia dan dunia melalui perwakilan dari berbagai negara di dunia.

Dijelaskan Komjen Golose lebih lanjut, upaya yang dilakukan BNN saat ini adalah program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Dimana, pemerintah tengah mengupayakan rancangan undang-undang yang nantinya para penyalahguna tidak diproses hukum, tapi direhabilitasi.

Disampaikan Golose, melihat data prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2021 meningkat di tengah terpaan pandemi Covid-19 yang merusak sendi perekonomian Indonesia.

“Jika sebelumnya 1,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 3,4 juta lebih orang. Kini, tahun 2021 naik menjadi 0,15 persen atau naik menjadi 3,6 juta lebih orang,” ungkapnya.

Diterangkannya, kegiatan malam renungan ini juga digelar sebagai bentuk promosi pariwisata Indonesia. Apalagi para Dubes dan perwakilan dari berbagai negara yang datang, dimana BNN ingin menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia kini aman untuk dikunjungi.

“Mengapa saya juga mengajak mereka ? Lewat mereka saya mau mengatakan Indonesia aman dikunjungi. Indonesia sudah bisa mengatasi Covid-19. Di samping kita perang melawan narkotika juga promosi Indonesia sudah siap menerima kunjungan wisatawan,” tandas Golose.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali, Cok Ace menyambut antusiasme perang terhadap narkotika. Ia berharap kasus narkoba bisa ditekan lewat berbagai upaya termasuk salah satu lewat kegiatan malam renungan oleh BNN RI.

Soal upaya BNN menjalankan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), Cok Ace sangat mendukung. Menurutnya, Bali sendiri memiliki struktur sosial masyarakat seperti banjar dan desa adat.

“Upaya lewat komunitas masyarakat lebih berhasil. Saya selaku Wakil Gubernur juga menggelar Wakil Gubernur Cup untuk kegiatan anti narkoba, tingkat SMA se-Bali,” tuturnya.

Wagub berharap dengan banyak event seperti ini bukan hanya masalah narkoba yang diatasi tapi juga masalah pariwisata.

“Tadi (kemarin malam) ada Dubes dan Konjen dari berbagai negara datang. Tentu lebih nyaring kalau mereka yang bersuara ke negara mereka masing-masing,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version