Made Rai Warsa saat Reses di salah satu dadia di Kedewatan, Kecamatan Ubud

GIANYAR, balipuspanews.com – Anggota DPRD Bali I Made Rai Warsa merasa bangga atas serapan aspirasi atau reses ke tengah masyarakat yang telah berakhir pada hari Selasa (11/2/2020) lalu.

” Banyak hal didapat selama bertemu dengan masyarakat. Berbagai persoalan dilontarkan masyarakat,” kata politisi PDI Perjuangan, I Made Rai Warsa, Jumat (14/2/2020).

Lebih jauh, politisi mantan wartawan ini menjelaskan akan aspirasi yang dirinya telah serap yakni Di Semogading, Kecamatan Tampaksiring, mulai pembangunan di wilayah desa adatnya, sampai persoalan lain.

Contoh kecil, sambung Rai adalah inginkan lampu penerangan di areal pura.

Sementara di Banjar Pisang Kelod, Kecamatan Tegallalang. Lewat prajuru di sana, menginginkan agar dewan memfasilitasi pembangunan di areal pura.

Sedangkan di Banjar Bukian Kawan, Kecamatan Payangan, selain soal pembangunan, banyak hal dilontarkan mulai kepastian soal pelayanan kesehatan.

“Sebatas mana pelayanan gratis ketika berobat ke rumah sakit,” katanya.

Begitu juga di Banjar itu juga terserap soal masalah honorer guru yang ada puluhan tahun, sampai sekarang belum ada kejelasan peningkatan status. Begitu juga menyangkut sarana dan prasarana sekolah.

Beda lagi di Banjar Lebah A, Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Pekaseh setempat mengeluhkan soal irigasi. Beberapa sumber air dimanfaatkan untuk air minum sehingga mengurangi air untuk pengairan sawah.

“Kami ingin empelan atau bendungan untuk menampung air keperluan air di sawah,” demikian kata Rai menirukan aspirasi pekaseh setempat.

Acara reses anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Gianyar ini juga menyerap aspirasi di Banjar Saren, Banjar Pausan, dan sejumlah banjar di Kecamatan Payangan,.

Rata rata masyarakat menyampaikan aspirasi soal pembangunan yang mendominasi.

Bahkan ada juga alat kelengkapan kerkesenian seperti gamelan.
Selain Banjar, Rai juga menyerap aspirasi salah satu dadia di Kedewatan,.
Di dadia ini muncul juga keinginan membuat palinggih di Pesiraman dan gorong-gorong menembus jalan utama.

Tujuannya memecah derasnya air dari hulu, dibuang ke tukad alias sungai.

Memang sambung Rai jalur Sayan-Kedewatan-Payangan yang disebut-sebut jalan provinsi kebanyakan drainase tidak berfungsi. Perlu perbaikan dan pengerukan agar air hujan tidak meluber ke jalan.

“Sebaik apa pun jalan kalau gotnya atau drainasenya tidak berfungsi, air akan meluap ke jalan dan mempercepat kerusakan jalan,’ demikian masukan warga seperti disampaikan Rai dalam wawancaranya.

Secara umum, Rai Warsa merasa senang mendengar masukan dari warga. Setidaknya persoalan ini akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran. “Kebetulan kami di DPRD Bali ada agenda pembahasan pokok-pokok pikiran. Tentu, tidak serta-merta semua persoalan bisa diakomodir. Paling tidak tercatat dan terus diperjuangkan,” demikian Rai Warsa. (art/bpn/tim)

Facebook Comments