Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalResidivis Kembali Tipu Pembeli Tanah Kaveling

Residivis Kembali Tipu Pembeli Tanah Kaveling

JEMBRANA, balipuspanews.com– Meringkuk di rumah tahanan selama 2 tahun l tidak membuat IWS,64, jera. Justru residivis penipuan jual beli tanah asal Kelurahan Sidakarya, Denpasar Selatan itu kembali beraksi di Jembrana.

Dalam melakukan aksinya, pelaku memasang brosur tanah kaveling dijual yang ditempel di pohon maupun tiang listrik.

Strategi pelaku itu membuat, MJ, warga Kelurahan Lokoan Barat, Kecamatan Negara tertarik dan menghubungi nomor telepon yang tertera pada brosur tersebut.

Selanjutnya MJ berkomunikasi dengan seorang laki-laki yang mengaku bernama IWS selaku pengembang tanah kaveling tersebut dan menjelaskan telah membayar lunas keseluruhan bidang tanah kavling tersebut dari pemilik sebelumnya.

Juga meyakinkan bahwa biaya pengurusan peralihan hak atas bidang tanah kaveling, termasuk menimbun tanah serta membuat jalan aspal akan ditanggung pengembang.

Kemudian terjadilah kesepakatan dimana MJ membeli bidang tanah kavling seluas 200 M2 dengan harga Rp140 jutan dia telah menyerahkan uang muka/DP sebesar Rp20 juta pada Kamis (23/3/2023) di rumah MJ.

Lalu tersangka IWS menghubungi MJ dan menawarkan kembali agar membeli bidang tanah kaveling lainnya dengan alasan agar dapat disambung dengan tanah kaveling yang sebelumnya dibeli serta kembali meyakinkan bahwa biaya pengurusan balik nama atas SR, istri MJ akan diurus termasuk memberi tanah timbun pada tanah kaveling tersebut.

BACA :  Overstay dan Tidak Mampu Bayar Biaya Perpanjangan, WN Rusia Dideportasi

“Terjadilah kesepakatan dimana MJ kembali membeli bidang tanah kavling dengan luas 185 M2 seharga Rp200 juta,” ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Kamis (4/1/2024).

Setelah itu, MJ menyerahkan uang tanda jadi Rp 10 juta. Di lokasi tanah kaveling yang berlamat di areal sawah gede jalan Danau Batur, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, dua orang korban lainya R dan Istrinya SH bertemu dengan tersangka IWS yang mengaku selaku pengembang penjualan tanah kaveling dan menjelaskan bahwa keseluruhan areal tanah kaveling telah dibayar lunas dari pemilik sebelumnya dengan menunjukkan satu rangkap foto copy sertifikat hak milik.

Pelaku juga meyakinkan akan menimbun bidang tanah kaveling tersebut agar rata dengan jalan raya. Lalu terjadilah kesepakatan dan R bersedia membeli bidang tanah kavling tersebut seluas 200 M2 dengan harga Rp 250 juta dan menyerahkan uang Rp 1 juta sebagai tanda jadi.

Kemudian di kantor notaris di jalan Mayor Sugianyar, Jembrana, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana R menyerahkan tambahan uang pembayaran pembelian bidang tanah kavling tersebut kepada pelaku Rp 99 juta.

BACA :  Ketua DPR RI Pimpin Pertemuan Parlemen Dunia dalam World Water Forum (WWF) di Bali

“Namun sampai dengan saat ini tidak ada penimbunan tanah, tidak ada pengaspalan jalan, ataupun kegiatan lain pada lokasi bidang tanah kaveling yang dibeli oleh korban, “jelasnya.

Serta catatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan pemukiman Kabupaten Jembrana pemilik lahan ataupun kuasa oleh pemilik lahan bidang tanah yang berlokasi di areal sawah gede jalan Danu Batur, Kelurahan Lelateng, sesuai SHM No.6077/Kelurahan Lelateng seluas 2.815 M2  atas nama pemegang hak IPD sampai saat ini belum pernah mengajukan izin proses peralihan status tanah dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman guna bisa dipecah dan dijual kembali menjadi beberapa bagian tanah kaveling.

“Sampai dengan saat ini tersangka juga tidak membayar lunas keseluruhan bidang tanah kaveling tersebut kepada pemilik atas IPD. Tersangka hanya membayar uang tanda jadi sebesar Rp10 juta”ujarnya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat Pasal 378 KUHP Yo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman 4 tahun.

“Tersangka pernah dihukum penjara pada tahun 2016 sesuai vonis Pengadilan Negeri Denpasar karena melakukan tindak pidana Penipuan jual beli tanah dengan kerugian korban sejumlah Rp750 juta dengan putusan dihukum penjara selama 2 tahun,” jelasnya.

BACA :  Jelang PPDB, Disdikpora Klungkung Akan Perketat Jalur Zonasi Tidak Utamakan Calistung

Kapolres menghimbau, masyarakat Jembrana yang mungkin juga menjadi korban terhadap pelaku dapat melapor ke Satuan Reskrim Polres Jembrana.
Juga agar lebih berhati-hati dari oknum penipuan atau mafia tanah terkait dengan jual beli tanah, berkoordinasi dengan BPN setempat dan pihak berwenang sebelum membeli tanah, kemudian cek dan ricek kembali legalitas tanah.

“Jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu dan tipu daya oknum yang menjual tanah di bawah harga dan mengiming-imingkan kemudahan dalam membeli tanah. Karena proses jual beli tanah harus melalui prosedur yang ketat agar tidak terjadi sengketa kepemilikan terhadap status tanah yang diperjualbelikan,”terangnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular