24.8 C
Denpasar
13/06/2021, 2:51 AM
NasionalJakartaRevisi UU Otsus Papua untuk Majukan Pertanian, Bupati Merauke Tunggu Action Pemerintah...

Revisi UU Otsus Papua untuk Majukan Pertanian, Bupati Merauke Tunggu Action Pemerintah Pusat

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Pembahasan revisi Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua masih berjalan di DPR, berbagai tokoh Papua ikut menyampaikan masukan dengan berbagai pendekatan.

Salah satunya, Bupati Merauke Romanus Mbaraka. Ia menilai stigma yang selama ini dialamatkan kepada Papua yang identik dengan chaos (kerusuhan) tidak tepat.

“Jangan dibuat stigma chaos melulu. Mari kita membuat papua ini menjadi bagian integral dari Indonesia,” kata Romanus dalam Dialog Kenegaraan yang digelar DPD RI bertajuk ‘RUU Otsus Papua, Apakah Menyejahterakan Rakyat’ di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Romanus menegaskan orang Papua tidak berpikir ingin merdeka, ia menggaransi prinsip itu sebab kini, yang dibutuhkan masyarakat Papua adalah kesejahteraan, dan sudah ia buktikan selama memimpin Merauke.

“Sehingga kebijakan saya menyekolahkan anak-anak Merauke di dunia saya sedang dorong contoh di bidang IT kedokteran engineering saya harus dorong. Isu begini harus didorong pada orang Papua, jadi dia akan mendunia,” papar Romanus.

Kebijakan pemerintah pusat selama ini, Romanus memberi catatan khusus, ia menekankan setiap kebijakan harus dikontrol dari atas sampai ke bawah. Iapun menyinggung program lumbung pangan nasional yang sebenarnya layak dibangun di Papua.

Untuk diketahui, Lumbung Pangan nasional baru difokuskan pemerintah di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Sementara Papua NTT Sumsel masih sebatas rencana.

“Dari Presiden masuk ke Kementerian Lembaga sampai ke eksekutor Bupati hingga kelembagaan daerah ini memang harus satu irama seperti paskibraka, ini baru bisa. Dan yang paling penting adalah pendekatan kesejahteraan,” urai Romanus.

Pemerintah di daerahnya terus menggali untuk pengembangan pertanian.

“Kebijakan Presiden sudah ada tetapi actionnya menjadi cadangan lumbung pangan nasional sampai hari ini juga nol. Ini yang harus diclearance dengan baik,” tegas Romanus.

Mengenai pendekatan keamanan yang selama ini digaungkan pemerintah, Romanus berpendapat, pejabat di pemerintah pusat harus melihat Papua secara utuh.

“Saya diskusi dengan Pangdam, Kapolda, kita kirim pasukan gede padahal untuk melawan warga negara, kita kirim serdadu kita yang terlatih. Ini dunia menertawakan kita. Kita harus melihat secara utuh, sehingga penanganan lebih baik,” ujar Romanus.

Sebagai orang di kawasan timur Indonesia, kata Romanus sebenarnya cara berpikir orang Papua sama dengan seluruh warga negara Indonesia, yaitu orang Indonesia yang ramah sama dengan orang Papua yang juga ramah.

“Jadi kalau mau pendekatan, pendekatan kemanusiaan, suruh bangun gereja duluan, masjid duluan. InsyaAllah, Puji Tuhan negeri ini damai,” tegas Romanus.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Otsus Papua, Yan Permenas Mandenas mengkritik pemerintan pusat yang dinilai masih setengah hati dalam upaya menyetejerahkan masyarakat Papua melalui revisi Otsus Papua. Indikasinya bisa dilihat dari revisi terbatas UU Otsus Papua yang hanya merevisi dua pasal seperti yang diajukan pemerintah.

“Inikan ibarat pemerintah pusat mengunci, sehingga aspirasi masyarakat Papua dengan revisi terbatas itu, kalau kita tuangkan dalam bentuk regulasi, tidak bisa kita lakukan,” ucap Yan.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan sebenarnya semangat Presuden Joko Widodo adalah ingin agar masyarakat Papua bisa sejahtera dengan perubahan signifikan melalui revisi UU Otsus Papua.

“Tapi otak-otak di birokrasi, pejabat di bawah, oknum-oknum ini harus dibersihkan dulu. Terutama orang-orang di Depdagri yang tidak beres,” kata Yan.

Menurut Yan, tidak mungkin keinginan Presiden Jokowi bisa terwujud dengan baik kalau kepentingan-kepentingan rakyat Papua tidak terakomodir seluruhnya karena telah dikunci dengan hanya membatasi dengan merevisi dua pasal saja.

Pasal dimaksud adalah Pasal 34 mengenai keuangan dengan mengakomodasi kenaikan Dana Otsus dari 2% menjadi 2,25% dari DAU, dengan nominal seperti yang dinyatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebesar Rp 354,6 triliun.

Dengan mengalokasikan Dana Otsus dari 2% menjadi 2,25% dari DAU itu dinilai tidak bisa menjadi jaminan upaya penyelesaian masalah Papua.

Kemudian Pasal 76 mengenai pemekaran wilayah yang tadinya hanya satu ayat kini dijabarkan menjadi tiga ayat. Ayat (3) memberikan kewenangan kepada pusat secara otoritatif membentuk provinsi-provinsi di Papua tanpa ada konsultasi dengan DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Ini juga berpotensi mengabaikan ketentuan dan syarat pembentukan daerah otonomi baru (DOB) menurut UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Padahal, menurut Yan, seharusnya pembahasan revisi UU Otsus Papua membuka ruang seluas-luasnya bagi rakyat Papua untuk diakomodir melalui regulasi berupa UU.

“Kita ingin menyelesaikan masalah di Papua, tapi tidak bisa pada tataran revisi terbatas 2 pasal, pasal tentang anggaran kemudian pasal tentang pemekaran wilayah,” ujarnya.

Ia mencontoh, meningkatnya eskalasi konflik di Papua, yang di satu sisi solusinya melalui pendekatan keamanan tetapi di sisi lain operasi militer terus dilakukan, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan baik.

“Saya lihat konflik di Papua hari ini, mindsetnya orang berpikir bahwa orang Papua ini minta merdeka. Siapa yang bilang? tidak seperti itu. Yang merusak orang Papua sampai jadi ingin merdeka itu, justru adalah orang-orang yang ada di birokrasi,” tegasnya.

Anggota Pansus Revisi UU Otsus Papua yang juga Anggota DPD RI, Yorrys Raweyai menekankan sebenarnya dana otsus yang selalu diributkan sangat besar dan tidak memiliki dampak positif bagi rakyat Papua tidaklah benar.

“Kalau kita mau melihat sekarang yang kita ribut bahwa dana ini besar, tidak ada manfaat, kemudian pemerintah terkesan orientasinya hanya melihat dalam perspektif yang lebih luas, tetapi kenyataan di sana tidak demikian,” kata Yorris.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Tekan Kasus Penyebaran Covid 19 Desa Dauh Puri Kelod Gelar Monitoring Prokes Sasar Tempat Usaha
03:08
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Member of