14/08/2020, 10:42 AM
Beranda Nasional Jakarta Revisi UU Pemilu, Menaikkan Angka PT Banyak Hilangkan Kepentingan Aspirasi Pemilih

Revisi UU Pemilu, Menaikkan Angka PT Banyak Hilangkan Kepentingan Aspirasi Pemilih

JAKARTA, balipuspanews.com – Menaikkan angka ambang batas masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam tiap revisi pemilu seolah menjadi tradisi politik yang tak lepas dari kepentingan partai politik besar.

Padahal, idealnya PT nol persen lebih baik agar tidak membuang-buang suara rakyat atau pemilih yang tiap daerah memiliki kekhasan sendiri.

Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi Forum Legislasi dengan tema ‘Ke Mana Arah RUU Pemilu?” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Diskusi menghadirkan pembicara lainnya yaitu Wakil Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Arwani Thomafi, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Guspardi Gaus, serta Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Yanuar Prihatin.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Arwani Thomafi mengatakan revisi UU Pemilu No. 7 tahun 2017 tidak perlu menaikkan PT parlemen.

Karena demokrasi di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri, yaitu masyarakatnya terdiri dari beragam suku, adat, ras, agama, dan golongan.

“Jangan sampai jutaan suara rakyat tak bisa dikonversi menjadi kursi di DPR RI,” kata Arwani yang juga Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Untuk presidential threshold, Arwani mengaku fraksinya mendukung di angka 5 persen, 10 persen hingga 15 persen.

Sebab, belajar dari pengamalan pilpres 2019 masyarakat terbelah menjadi dua dan partisipasi masyarakat diarahkan pada ruang yang sempit pada dua capres.

“Jadi, PPP mendukung president threshold itu 5 persen hingga 15 persen agar ada lebih dari dua pasangan capres,” ungkapnya.

Sedangkan untuk efektifitas di parlemen, anggota DPR RI yang berasal dari partai yang kecil, bisa diatur melalui koalisi fraksi-fraksi di DPR.

“Artinya anggota DPR itu nantinya bisa berkoalisi atau bergabung dengan partai yang dianggap cocok di parlemen,” pungkasnya.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Guspardi Gaus mengaku terkejut munculnya angka 7 persen PT dalam draf revisi RUU Pemilu.

Pasalnya di internal Komisi II angka yang disepakati adalah antara 4,5 sampai 7 persen, tidak langsung dipatok 7 persen.

“Tentang parliamentary threshold, memang yang mengonsep ini Komisi II lewat TA, kemudian Tim Ahli dan sebagainya, tahu-tahu muncul saja angkat 7 persen. Berarti ada orang yang menumpang di dalamnya. Itu bukan berdasarkan kesepakatan Komisi II,” ungkap Guspardi.

Ia mengaku tidak tahu siapa yang berani menyelundupkan dengan langsung mematok angka 7 persen PT dalam draf RUU.

“Apakah fraksi yang berupaya untuk memasukkan, apakah dari pimpin atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

Guspardi mengatakan sependapat kalau parlemen threshold tidak dinaikkan, tetap diangka 4 persen. Sedangkan untuk presidential threshold, PAN mendukung 5 persen hingga 10 persen, agar ada capres lebih dari dua pasangan. Dengan 4 persen saja 13 juta suara hilang sia-sia.

“Harapannya RUU pemilu ini membawa sesuatu yang positif bahwa hak-hak demokrasi itu benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat, sehingga bisa memilih calon pemimpin yang berkualitas dan pemilu berlangsung secara jujur, adil, umum, rahasia dan demokratis. Membuat UU itu harus memahami filosofi NKRI yang beragam, majemuk, bhinneka dan tetap bersatu dalam kearifan lokal masing-masing,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Yanuar Prihatin mengakui sistem pemilu ini masih banyak yang paradoks; antara input dan output-nya.

“Untuk itu, RUU Pemilu ini harus didesign sistematis mungkin agar menghasilkan DPR, kepala daerah, dan presiden yang kuat, memiliki kapasitas yang memadai, dan berkualitas melalui UU Parpol dan Indeks Kepemimpinan Nasional,” katanya.

Penulis/Editor : Hardianto

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...