Pemelastian Pura Dasar Buana Gelgel disegara Watu Klotok sebelum digelar Upakara Labuh gentuh dan Nunas Tirta Kamandalu
sewa motor matic murah dibali

Semarapura,balipuspanews.com- Ribuan warga, Minggu ( 23/12/2018) nampak menyemut mengikuti prosesi melasti ke Pantai Watu Klotok, Klungkung serangkaian upacara  agung Mamungkah ,Nubung Pedagingan,Ngenteg Linggih,Padudusan Agung, Tawur Pancawali krama, Mahayu Jagat,Marisudha Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Bhuana dan Pura Kahyangan Desa Desa Pekraman Gelgel, Klungkung.

Selain melasti juga dihaturkan ritual ,Tawur Labuh Gentuh, Nagturang Pekelem, mohon Tirta Kamandalu ,memasar dan  memendak Ida Betara ke Segara Watu Klotok. Upakara pemelastian yang digelar mulai pukul 8.00 wita pagi.

Tampak pengiringing mulai menyemut dari depan Pura Dasar Bhuana ini memadati jalan Gelgel menuju Tojan melalui Jalan raya Klotok  menuju Segara Watu Klotok ini ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam lebih . Dimana seluruh pretima yang disucikan dipunut warga desa Pekraman dengan berjalan kaki kesegara Watu Klotok kemudian distanakan selama upakara berlangsung di Bencingah Agung Pura Watu Klotok.

Berbagai tarian wali sakral dipentaskan seiring pelaksanaan karya ini antara lain Topeng Sida Karya, Wayang Gedogan, Rejang Renteng dan Baris Gede. Menurut Manggala Karya Dewa Ketut Soma ditemui menyatakan Karya Agung Mamungkah yang digelar kali ini upakara melasti lan Tawur Labuh Gentuh sekalian nunas tirta kamandalu dilanjutkan dengan upakara Memasar kemudian dilanjutkan upakara memendak moga Kala.

“ Upakara Pemelastian ini bertujuan menyucikan pretime lan Prelingge dan tapakan Ide Betara sebagai sinar suci Ide Betare agar siap berstana kembali sebagai wujud kesiapan nyanggre Karya Mamungkah Panca Wali Krama yang akan datang,”ujarnya rinci.

Semua  binatang pekelem yang dipergunakan sebagai sarana upakara antara lain ada Kebo,Kambing,( Angsa abu red) ,itik selem,ayam selem, dan suci sorohan selem sekalian pala gantung. Semua dihaturkan sebagai banten Pakelem sekalian wewantenan penyejeg Gumi sekalian nunas Tirta Kamandalu ditengah laut disertai pelepasan 11 tukik ketengah laut sebagai wujud pelestarian alam semesta.

Adapun Sulinggih yang muput Upakara Pemelastian lan Upakara Labuh Gentuh ini antara  lain Ide Peranda Gede Putra Tembau dari Gria Aan,Ide Perande Gde Karang Putra Keniten dari Gria Karang Satria Kangin dan Ide Perande Gde Wayan Darma dari Gria Wanasari,Karangasem.

Lebih jauh Dewa Ketut Soma, mengatakan upakara ini merupakan inti penyucian, Sehingga, seluruh parhyangan Ida Batara sebagai tanah leluhur masyarakat Bali ini kembali suci. Tujuan besarnya, adalah agar masyarakat Bali mendapatkan energi positif dan dijauhkan dari segala mala.

Bendesa Pekraman Gelgel Putu Arimbawa menambahkan bahwa ritual Karya Agung saat ini merupakan  karya besar serupa, pernah digelar di Pura Dasar Buana Gelgel pada tahun 1518. Setelah menggelar Paruman Agung disepakati karya besar yang terakhir digelar 500 tahun lalu ini, kembali dilangsungkan tahun ini bertepatan dengan Soma Kuningan Pemacekan Agung Senin(31/12/2018) yang akan datang sebagai Puncak Karya Agung di Pura dasar Buana ini. (Roni)

 

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here