Ribut Karena Tong Sampah dan Tempat Parkir, IRT Ditetapkan Tersangka

Pasutri yang didampingi oleh kuasa hukumnya
Pasutri yang didampingi oleh kuasa hukumnya

MANGUPURA, balipuspanews.com – Diduga karena masalah tong sampah dan tempat parkir, dua ibu rumah tangga (IRT) di salah satu Perum di Jalan Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung berkelahi. Akibatnya, peristiwa yang sudah berlangsung Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 17.00 WITA itu berbuntut hukum.

Kasus pertengkaran berujung penganiayaan ini berakhir dengan saling lapor ke Polisi. Akhirnya, pada Kamis (20/5/2021), penyidik Unit IV Satreskrim Polres Badung menetapkan status tersangka terhadap Ibu RT berinisial LF, 40, yang diduga menganiaya tetangganya berinisial OS.

Tidak terima dijadikan tersangka, LF menggelar jumpa pers dengan awak media. Ia mengatakan, korban sebelumnya datang menyerang ke rumahnya.

“Awalnya itu hanya karena masalah tong sampah dan parkir mobil,” ujar CL suami dari LF.

Sebelum berkelahi, korban OS meminta paksa CL agar memindahkan parkir mobil di depan pagar rumahnya. Termasuk tong sampah yang sudah 2 tahun berada di sana. Bahkan keduanya terlihat cekcok mulut.

Baca Juga :  Unud Jembatani Pasar Perikanan dan Kelautan Berbasis Aplikasi

Pertengkaran itu diketahui istrinya tersangka LF yang datang menanyakan ke suaminya apa yang terjadi. Tapi korban OS meminta LF untuk tidak ikut campur disertai caci maki sehingga keributan pun pecah.

“Saya waktu itu berusaha menahan bu OS untuk tidak masuk ke dalam pekarangan rumah saya. Karena istri saya sedang gendong anak saya yang masih bayi. Tapi, dia paksa terobos masuk. Setelah naik ke lantai II dia langsung pukul istri saya pada bagian wajah,” ungkap CL didampingi kuasa hukumnya, I Made Kadek Arta.

Tidak terima dipukul, LF sontak membalas memukul korban OS pada bagian tengkuk. Sementara LF sendiri menderita luka memar pada pipi kiri dan tangan kanannya luka karena dicakar. LF kemudian melaporkan OS ke Polsek Kuta Utara dalam pasal penganiayaan 351 KUHP.

Baca Juga :  Bawa Cairan Ganja, Guru Asal Amerika Diamankan

Tapi katanya entah mengapa saat proses berjalan, penyidik menerapkan Pasal 352 KUHP. Katanya perubahan Pasal itu berdasarkan konsultasi dengan jaksa.

“Yang diabaikan adalah masuk rumah orang tanpa izin dan melakukan penyerangan,” ungkap CL.

Jelang dua hari kemudian, pada 28 Januari 2021, OS juga buat laporan kasus yang sama ke Polsek Kuta Utara atas dugaan penganiayaan. Lantaran kasusnya sama, kasus saling lapor itu dilimpahkan ke Unit IV Satreskrim Polres Badung.

Dalam proses lanjutan, pada Kamis (20/5/2021), LF ditetapkan jadi tersangka karena melanggar pasal 351 KUHP.

“Kita yang diserang di rumah sendiri lalu melakukan bela diri kita disalahkan ? Saya kecewa dengan hal ini. Saya minta keadilan ditegakkan,” ungkap CL saat itu didampingi istrinya.

Keterangan terpisah, kuasa hukum, Made Kadek Arta mengatakan akan melakukan pembelaan dengan mengajukan permohonan perlindungan hukum di Polda Bali.

Baca Juga :  Hadiri Penyerahan Bantuan Monster Sampah, Wakil Ketua DPRD Badung Sebut Solusi Atasi Sampah

“Supaya bisa membuka kasus ini secara terang benderang,” bebernya.

Menurutnya, kasus penganiayaan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Bagaimana ketika diserang di rumahnya sendiri. Apakah tidak boleh melakukan pembelaan ? Menurutnya apa yang dilakukan kliennya adalah bentuk bela diri.

“Klien kami mencari keadilan. Mungkin nanti kami lakukan praperadilan. Besok (hari ini) kami akan mengajukan perlindungan hukum ke Polda Bali,” tandas Made Kadek Arta.

Menanggapi kejadian itu, Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

“Kasus itu cekcok mulut berujung perkelahian. Keduanya saling lapor. Kalau di Polres sudah ditetapkan tersangka,” tulis AKP Putu Ika Prabawa melalui pesan WhatsApp ke wartawan, Selasa (1/62021).

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan