Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

ABANG, balipuspanews.com – Kaum pria di Desa Adat Ababi, Abang, Karangasem menjadi beda tugas sehari hari para wanita (istri) Desa setempat, fenomena ini merupakan bagian dari tradisi Nyepi Desa dilaksanakan setiap Tilem Sasih Kepitu yang jatuh pada Minggu (6/1).

Uniknya, ritual nyepi Desa ini hanya berlaku bagi kaum perempuan (istri) saja. Sehari menjelang Nyepi Desa ini yang bertepatan dengan hari raya Kuningan (5/1) didahului dengan ritual “Mejurag Nasi Takepan”. Ritual ini dilaksanakan di Pura Ulun Suwi Desa setempat.

“Saat nyepi berlangsung, tugas rumah tangga para istri, seperti memasak, mencuci dikerjakan oleh para lelaki hingga Nyepi selesai,” kata Kelian Desa Adat Ababi, I Gede Pasek Ariana.

Sebelum ritual itu dilaksanakan persembahyangan bersama menjadi awal dari ritual “Mejurag Nasi Takepan” ini. Setelah persembahyangan dilakukan, para lelaki kemudian menyebar mengitari areal pura bersiap untuk berebut nasi takepan. Nasi takepan sendiri berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jaka sekitar 45 bungkus Takepan.

Nasi inilah yang nantinya akan diperebutkan oleh para lelaki l. Begitu didapat nasi akan langsung dimakan dan sebagian akan dibawa pulang untuk ditaburkan dipekarangan rumahnya atau kebun yang diyakini mampu mendatangkan kemakmuran.

Nyepi Desa ini rupanya tidak hanya khusus untuk para wanita (istri) saja, berselang sekitar 1 bulan tradisi serupa juga dilaksanakan yaitu pada Sasih Kaulu hanya saja yang mengikuti tradisi ini khusus untuk kaum pria saja.

Untuk ritualnya hampir sama hanya saja dilakukan dipura yang berbeda yakni pura Dalem Desa adat setempat.

Dijelaskan Bendesa Adat, ritual “Mejurag Nasi Takepan” ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas anugrah hasil perkebunan yang melimpah. Warga memiliki keyakinan bahwa nasi Takepan dari ritual ini dipercaya bisa memberikan kesuburan untuk wilayah Desa setempat. (suar/bpn/tim)

Advertisement
Loading...