Ritual “Ngulapin, ” bagi Pelajar SMP Leher Dililit Ular Selamat dari Maut

    Korban pingsan dan nyaris tewas setelah dililit ular
    Korban pingsan dan nyaris tewas setelah dililit ular

    SEMARAPURA, balipuspanews.com -Seorang pelajar SMP yang  sempat terlilit dan dicekik ular pyton hingga nyaris tewas, kini sudah diperbolehkan pulang dari RSU Klungkung., Sebagai wujud syukur pihak keluarga menggelar ritual sederhana “Ngulapin” atau pengulapan adalah upacara yang bertujuan untuk menormalisasi kehidupan seseorang setelah mengalami kejadian yang mengejutkan

    Hal itu ditegaskan Dirut RSU Klungkung dr Nyoman Kesuma . Menurutnya sesuai hasil observasi RSUD Klungkung menyatakan kondisi pasien pawang ular  Gusti Ngurah Bagus Permana (16) sudah cukup baik, setelah diberikan oksigen.

    Pelajar yang tinggal di Jalan Ratna, Semarapura Klod ini, sempat dinyatakan mengalami hipoksia, hingga kepalanya membiru, namun kini keluarganya bisa bernafas lega karena Gusti Ngurah Permana sudah sehat kembali.

    Lebih jauh  dr. Nyoman Kesuma, dihubungi Sabtu(23/5) mengatakan hipoksia itu, suatu kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Sehingga keadaan Hipoksia ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya dengan cepat.

    “Itulah sebabnya korban sempat pingsan. Pingsan ini sesungguhnya cara tubuh untuk memperoleh oksigen. Ketika pingsan aliran darah lebih banyak ke otak, sehingga bisa memperoleh oksigen lebih banyak,” jelas asal Nusa Penida itu bersukur.

    Melihat kondisi pasien dengan wajah sudah membiru, memperlihatkan bahwa ia tercekik oleh lilitan ular piton itu cukup lama. Bahkan, ketika mendapat penanganan, butuh waktu cukup lama untuk kembali normal. Pasien sempat mengalami “kesadaran berkabut” cukup lama, seperti orang setengah sadar,sehingga korban saat itu seperti orang mengamuk mengigau. Setelah full diberikan oksigen, baru kesadarannya berangsur membaik.

    Akhirnya nyawanya terselamatkan dari ancaman kematian akibat  lilitan ular pyton yang ditangkapnya.

    “Setelah observasi empat jam, dia sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah pulih. Sudah normal,” tegasnya.

    Untuk memulihkan total kondisinya, dia harus beristirahat yang cukup. Jangan pula ulangi kesalahan yang sama. Karena kondisi hipoksia sangat berbahaya.

    Dengan kesembuhan korban Gusti Ngurah Bagus Permana (16) ,keluarganya menyambutnya dengan sukacita. Sebagai wujud syukur korban dibuatkan upacara sederhana “ngulapin” karena nyawanya sudah tertolong. Disamping itu korban oleh keluarganya dianggap melik.” Gusti ngurah sejatinya melik sering dipatok ular tapi luput dari musibah dan selamat, jelas keluarga korban tanpa sebut identitasnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Permana tiba-tiba jatuh di pinggir jalan saat naik motor di depan Pura Dalem Majapahit, Jalan Kresna Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kamis (21/5) siang lalu.

    Warga sekitar kaget, karena korban lama tidak bernafas saat ditolong warga dan dia nampak seperti sudah tidak bernyawa saat itu,setelah dililit  ular piton di bagian lehernya secara kuat sekali sehingga warga kesulitan membuka lilitan ular tersebut.

    Penulis/Editor : Roni/Artayasa