Rock Climbing, Olahraga Tantangan bagi Petualang

Ilustrasi panjat tebing (Ist)

Sport, balipuspanews.com – Suatu perjalanan pendakian sebuah gunung akan melalui medan yang berbeda-beda, tergantung karakteristik daerah pegunungan yang didaki.

Gunung dengan karakteristik medan tanah dengan hutan yang lebat dan kontur permukaan yang relatif landai dapat kita lalui hanya dengan berjalan kaki saja.

Namun untuk gunung dengan karakteristik medan berbatu dengan tanjakan-tanjakan super curam, diperlukan teknik dan peralatan khusus untuk dapat melewatinya. Teknik ini dinamakan pemanjatan atau dalam istilah asing disebut climbing.

Secara umum, ada 2 macam pemanjatan yang biasa dilakukan, yaitu rock climbing (pemanjatan dengan medan tebing batuan) dan ice climbing (panjat tebing di medan gunung es). Kali ini penulis akan lebih khusus membahas salah satu diantaranya saja, yaitu rock climbing atau panjat tebing dengan karakteristik medan batuan.

Ice climbing
Panjat tebing atau rock climbing adalah salah satu cabang dari sekian banyak olahraga alam bebas, Biasanya kegiatan panjat tebing dilakukan pada daerah dengan tebing batuan yang memiliki kemiringan diatas 45 derajat, dan juga memiliki tingkat kesulitan khusus.

Belakangan, kegiatan panjat terbing sendiri telah berevolusi, dari hanya sekedar bagian mendaki gunung, menjadi kegiatan khusus diluar mendaki gunung dengan tujuan beragam, dari mulai meraih prestasi tersendiri sebagai atlet panjat tebing (karena memang kini sudah menjadi satu cabang olahraga yang sering dilombakan), mencari kepuasan dari menaklukkan tantangan ketinggian, serta menjadi profesi untuk mencari nafkah (pekerjaan di ketinggian).

Di Indonesia kegiatan panjat tebing baru dimulai pada tahun 1960 di Bandung, tepatnya saat tebing 48 di Citatah mulai dipakai sebagai tempat latihan TNI AD. Untuk pemanjatan modern dipelopori oleh Harry Suliztiarto pada tahun 1976, dilanjutkan dengan mendirikan Skygers bersama 3 orang rekannya pada tahun 1977.

Pada perkembangannya, Skygers menjadi salah satu pelopor kegiatan panjat tebing di Indonesia dengan banyak melakukan pemanjatan-pemanjatan di beberapa tebing ekstrem yang ada di Indonesia, selain itu Skygers juga mendirikan sekolah panjat tebing yang pertama pada tahun 1981.

Olahraga ketinggian ini membutuhkan skill dan peralatan khusus yang tak mudah dan murah. Peralatan seperti kernmantel (tali), carabiner, harnes, sepatu khusus dan lain sebagainya dibutuhkan kegiatan ini demi terjaganya keselamatan para pelakunya. Untuk teknik pemanjatan dan peralatan pemanjatan akan penulis uraikan pada bahasan khusus selanjutnya.

Panjat dinding dengan menggunakan tebing buatan

Panjat tebing telah menjadi salah satu lifestyle yang menarik minat banyak orang, terutama di kota-kota besar, karena memang saat ini, banyak tersedia papan-papan panjat sebagai arena latihan di tempat-tempat umum, seperti taman kota dan sekolah-sekolah.

Untuk kegiatan pemanjatan pada papan sendiri dinamakan panjat dinding. Penggemar olahraga ini berkembang sangat pesat, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa, kini banyak yang menggilai olahraga ketinggian ini sebagai hobi.

Itulah sedikit informasi mengenai kegiatan panjat tebing yang dapat penulis sampaikan. Bagi kawan-kawan atau para petualang yang memiliki keberanian tinggi dan senang dengan olahraga-olahraga ekstrem, rasanya tantangan olahraga panjat tebing sangat cocok untuk dicoba. (Berbagai sumber)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here