Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Dua unit Rumah Sakit Pratama di Buleleng dirancang untuk menjadi Rumah Sakit Tanpa Kelas di tahun 2020 mendatang. Perubahan status ini akan dibiayai sepenuhnya dari APBD Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pernyataan itu, saat menggelar Simakrama di Kabupaten Buleleng Minggu, (17/3) lalu.

Gubernur Koster menyebut rencana perubahan status RS Pratama Giri Emas Kecamatan Sawan dan RS Pratama Tangguwisia Kecamatan Seririt menjadi RS Tanpa Kelas sudah sempat dibahas dengan Kadis Kesehatan Provinsi Bali.

Seluruh anggaran untuk perubahan status tersebut akan dibiayai penuh oleh APBD Provinsi Bali. Hal ini sejalan dengan program prioritas yang dicanangkan dalam bidang kesehatan. Terlebih lagi, saat ini, Pemprov Bali tengah menyusun Draf untuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Standar Pelayanan Kesehatan

“Masalah perubahan status ini sudah komunikasi dengan Bupati Buleleng, apakah memungkinkan untuk menambah kamar lagi. Sehingga pelayanan kesehatan. Nanti biayanya ditanggung Pemprov Bali” tegasnya.

Rencana menjadikan RS Pratama menjadi RS Tanpa Kelas pun diapreiasi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Terlebih saat ini, status untuk RS Pratama baik di Desa Tangguwisia dan juga di Desa Giri Emas masih setara dengan Puskesmas Rawat Inap.

Dengan adanya perubahan status menjadi RS tanpa kelas, otomatis akan ada penambahan infrastruktur baik itu peningkatan luasan lahan dan juga penambahan ruang, fasilitas kesehatan dan juga jumlah dokter.

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...