RSU Negara Tambah 4 Mesin Hemodoalisis dan Layanan CAPD serta Laboratorium Biomolekular dan Mikrobiologi

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat meninjau layanan baru yang ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Negara
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat meninjau layanan baru yang ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Negara

JEMBRANA, balipuspanews.com– Rumah Sakit Umum (RSU) Negara terus berupaya meningkatkan layananya. Teranyar RSU Negara menambah 4 unit mesin Hemodialiais dan layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) serta menambah Lab Biomolekular dan Mikrobiologi.

Penambahan layanan itu diresmikan oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekda Jembrana I Made Budiasa dan Direktur RSU Negara dr Ni Putu Eka Indrawati, Jumat (25/11/2022).

Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan pada gedung Dialisis Center kini memiliki dua layanan yaitu Hemodialisis (HD) dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

“Sebelumnya kita sudah punya 20 unit mesin cuci darah Hemodialisis) sekarang kita tambah empat unit mesin,” ujarnya.

CAPD sendiri merupakan prosedur cuci darah tanpa mesin yang bisa dilakukan sambil beraktivitas normal. Prosedur yang juga disebut dialisis peritoneal ini dilakukan melalui operasi pemasangan tabung fleksibel (kateter) ke dalam rongga perut. Hal tersebut lebih murah dibandingkan cuci darah di rumah sakit.

“Dulu namanya Hemodialisis karena kita buat khusus untuk cuci darah, ada aturan baru dimana kami harus melayani CAPD, nantinya pasien diharapkan menggunakan cara ini, jadi pasien tidak cuci darah disini tetapi dengan CAPD.

CAPD itu nanti mereka dipasangkan alat disini, jadi mereka langsung bisa fleksibel cuci darah di rumah, ada berupa cairan saja yang dikirimkan ke rumahnya. Itu lebih bagus, lebih mudah dan yang pasien baru diharapkan pakai itu karena costnya lebih rendah,” jelasnya.

Selain itu, proses cuci darah di rumah sakit memerlukan waktu yang tidak sebentar, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pasien dan penunggunya.

“Proses itu cuci darah itu 4-5 jam, kita buat lebih nyaman baik itu pasien maupun penunggu pasien karena prosesnya yang cukup lama,” ucapnya.

Selain peresmian gedung Dialisis Center, RSU Negara juga meresmikan Laboratorium Biomolekular dan Mikrobiologi, dr. Eka mengatakan Laboratorium Biomolekular itu termasuk pelayanan PCR, pihaknya hanya menambah layanan drive thru yang awalnya pelayanan ada di lantai III sehingga lebih efesien.

Laboratorium Mikrobiologi dapat melayani kebutuhan rumah sakit maupun di luar rumah sakit, khususnya pemeriksaan terhadap mikroorganisme.

“Untuk rumah sakit bisa melayani pengecekan resistensi antibiotik, misalnya pasien yang dirawat tidak sembuh-sembuh dengan antibiotik ini, dicek ternyata resisten sehingga digunakan antibiotik lain. Untuk di luar rumah sakit bisa melayani restoran dan hotel untuk sterilisasi ruangan, itu bisa kami periksa. Misalnya untuk restorannya, kepada tukang masak bisa kita swab mereka untuk memeriksa apakah mereka sehat,”jelasnya.

Terkait layanan poliklinik urologi yang belum ada sehingga banyak pasien harus dirujuk ke RSUD Tabanan atau RSUP Sangkah, Eka Indrawati menyampaikan keinginan untuk menambah poli urologi sudah ada sejak lama. Namun yang menjadi kendl adalah kesulitan mendapat dokter spesialis bedah urologi.

“Ada yang daftar tetapi tidak lulus tes,” ungkapnya.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyampaikan dengan 24 mesin cuci darah tersebut mampu melayani hingga 48 pasien dalam sehari.

“Bagi saudara kita yang mengalami gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah, yang sebelumnya harus ke Denpasar untuk mendapat pelayanan medis dan itu memerlukan biaya yang sangat tinggi. Sekarang bisa kita layani disini dengan kapasitas 24 mesin, kalau dioperasikan dua kali bisa 48 pasien per hari,” ujarnya.

Dengan ditingkatkannya pelayanan di RSU Negara, diharapkan bisa membantu seluruh masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan.

“Ada 125 pasien yang tercatat, namun kemungkinan masih ada yang belum tercatat. Tapi dengan dibukanya gedung ini, mudah-mudahan yang belum tercatat bisa datang dan bisa disembuhkan,” kata Bupati Tamba.

Pihaknya mengapresiasi RSU Negara yang terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Baik melalui infrastruktur maupun SDM yang berkompeten di bidangnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu direktur Rumah Sakit Umum Negara yang sudah bekerja dengan cepat, dengan progres sesuai harapan saya. Semoga saudara-saudara kita yang selama ini menderita gagal ginjal bisa tertangani di Jembrana sehingga sangat efesien dari segi biaya dan dekat dengan keluarga,” ungkapnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan