sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng menerima kedatangan Tim Penilai Lomba yang dipimpin langsung oleh Putu Kamelia dalam rangkaian diselenggarakannya lomba Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Tahun 2019 yang diikuti seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

Saat ini, RSUD Buleleng terus melakukan pemantapan baik terhadap kualitas pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga sarana dan prasarana penunjang layanan maternal. Bahkan, RSUD Buleleng siap menjadi salah satu rumah sakit sayang Ibu dan Bayi.

 

Hal ini terungkap  langsung pada sambutan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dalam pembukaan penilaian lomba GRRSSI-B yang bertempat di Aula RSUD Buleleng, Senin (16/9).

Wabup Sutjidra mengingatkan, dengan adanya lomba ini seluruh dokter dan bidan untuk bersama-sama membangun hubungan kerjasama dan meningkatkan mutu pelayanan sebagai  upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Saya minta kepada seluruh Dokter dan khususnya Bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan Maternal untuk peka terhadap pasien, jika keadaan sudah berisiko jangan diambil dan segera rujuk pasien, guna mendapat pelayanan lebih intensif,” tegasnya.

Wabup yang juga berlatar belakang sebagai dokter kandungan ini,  mengapresiasi pelayanan para tim kesehatan atas keberhasilannya mampu menekan angka kematian ibu dan bayi dalam persalinan di Buleleng.

“Momentum lomba gerakan GRSSI-B ini akan mendorong para tenaga kesehatan dan seluruh stage holder untuk memberikan pelayanan yang terbaik khususnya kepada Ibu dan anak,” terangnya.

Sementara, Direktur RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes mengatakan, tidak ada dan adanya lomba, RSUD Buleleng tetap berkomitmen dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan.

RSUD Buleleng memiliki pelayanan khusus kepada Ibu Hamil dan Bayi, seperti halnya memberi edukasi kehamilan melalui siaran radio tentang fungsi Asi dan program kehamilan yang benar, adapula senam hamil dan penanganan intensif kepada bayi yang lahir prematur.

“Selain program kepada Ibu dan Anak, RSUD Buleleng terus meningkatkan sarana dan prasarana serta memberikan pelatihan dan pemantapan  guna meningkatkan kompetensi SDM,” ungkapnya.

 

Ketua rombongan tim penilai yang dipimpin langsung oleh Putu Kamelia mempertegas item atau hal-hal yang dinilai dalam lomba ini, dan salah satunya adalah kematian Ibu dan anak menjadi point penting.

“Mengingat hal ini menjadi prioritas nasional dan sangat perlu diantisipasi. Seperti halnya  dengan memperhatikan  Kesehatan  Ibu dan kesehatan anak, mulai dari sini lah nantinya sangat berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan anak,” singkatnya.