Rusak dan Invalid, Puluhan Ribu Keping e-KTP Dimusnahkan

Singaraja, balipuspanews.com — Sebanyak 23.572 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah rusak dan Ivalid atau tidak terpakai dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng, Senin (17/12) pagi.

Data Disdukcapil, pemusnahan puluhan ribu keping KTP elekronik (e-KTP) ini terdiri dari 23.471 keping e-KTP dalam kondisi rusak fisik, pindah datang dan perubahan elemen data dan 101 keping e-KTP karena tidak bisa encoding.

Nah, pemusnahan itu dilakukan merujuk surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dimana dalam penata usahaan e-KTP yang rusak atau tidak terpakai adalah dengan cara dibakar,  sehingga penyalahgunaan e-KTP dapat dihindari.

Pembakaran dilakukan langsung oleh Asisten Pemerintahan Setda Buleleng Made Arya Sukerta bersama Kadisdukcapil Putu Ayu Reika Nurhaeni, Kepala Kantor Insfektorat Kabupaten Buleleng, I Putu Yasa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng, Putu Dana serta perwakilan dari Kantor BKD Buleleng, juga Kepolisian Resort Buleleng. Selanjutnya, dilakukan penandatangan berita acara pemusnahan.

Kepala Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan pemusnahan 23572 Keping e-KTP ini dilakukan sesuai dengan surat edaran dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Semula, e-KTP dalam kondisi rusak ataupun invalid agar di potong pada ujung kanan atasnya. Namun, pada Kamis 13 Desember kemarin terbit surat edaran dari Kementerian dalam Negeri, bahwa pemusnahan KTP yang sudah rusak atau invalid agar di musnakan dengan cara dibakar.

“Maksud dan tujuan dari pada dibakarnya KTP elektronik dalam kondisi rusak atau invalid tersebut untuk menghindari penyalagunaan KTP elektronik,” kata Kadis Rieka.

Imbuh Kadis Reika, e-KTP yang di musnahkan sesuai dengan hasil pencatatan KTP elektronik rusak dalam proses pelayanan kerja di wilayah kerja masing-masing, serta hasil dari pengecekan terhadap KTP elektronik rusak hasil pencetakan massal tahun 2011 hingga 2013 yang ada di Kelurahan dan Kecamatan Kabupaten Buleleng.

“Apabila masih di temukan KTP elektronik rusak atau Invalid, akan dilakukan pencatatan dan segera di musnakan dengan cara di bakar,” terangnya.

Selain melakukan pemusnahan, Disdukcapil Buleleng juga melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap tempat penyimpanan dokumen negara dengan tujuan agar terhindar dari pencurian dan penyalah gunaan dokumen negara.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here