Minggu, April 14, 2024
BerandaBulelengRusak Parah, Dinas PUPR Prioritaskan Perbaikan Jembatan Penghubung Jarat dan Kerobokan 

Rusak Parah, Dinas PUPR Prioritaskan Perbaikan Jembatan Penghubung Jarat dan Kerobokan 

Singaraja, balipuspanews.com  – Sungguh memprihatinkan kondisi jembatan penghubung Kampung Jarat, Kelurahan Penarukan dengan Desa Kerobokan, Buleleng. 

Memantau dari jarak beberapa meter, Jembatan banyak berlubang dan membahayakan.

Meski kondisinya demikian, sebelum dititup tidak sedikit para pengendara melintasi jembatan tersebut. 

Jembatan penghubung beberapa Desa di Kecamatam Sawan dinilai sebagai jalan alternatif tercepat menuju Kota Singaraja.

Sebelumnya, jembatan itu sempat mendapatkan perbaikan. Salah satunya, pengaspalan yang dikerjakan 5 bulan lalu.

Tidak saja berlubang, jembatan berukuran 18 X 4 meter itu, juga mengalami jebol pada sisi kanan dan kiri akibat papan dibawahnya tidak kuat menopang tekanan kendaraan, selain itu kondisi juga sudah rapuh. 

Masyarakat pun berharap, jembatan penghubung itu dapat diperbaiki.

Informasi dihimpun, akibat rusaknya jembatan, Pemerintah Desa Kerobokan sepakat telah menutup jalan tersebut.

Tujuannya tak lain, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. 

“Rusaknya sudah parah, bahkan kalau mobil berpapasan jembatan bergetar. Kita takutkan, nanti dilintasi jembatan malah ambruk. Makanya kita tutup sementara sambil menunggu perbaikan,” singkat Perbekel Desa Kerobokan Putu Wisnu Wardana, Rabu (5/7) sore.

BACA :  Datangi Open House Prabowo, LaNyalla Silaturahmi dan Nostalgia Saat di Gerindra

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya pihaknya berjanji akan segera memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut, dengan akan mengganti papan lantai jembatan yang memang sudah dalam kondisi rapuh. Sehingga, kini sudah tidak kuat menopang berat kendaran yang melintas.

“Jembatannya itu memang sudah tua. Untuk perbaikan, sudah masuk prioritas pertama untuk diganti, kami tinggal menunggu anggaran yang tersedia. Detail Engineering Design (DED, red) juga sudah ada, kami masih menunggu anggaran cair. Kami dari PU secepatnya akan menangani karena kami tidak ingin nanti ada pengendara yang terkena musibah disana,” jelas Suparta Wijaya.

Menurut rencana, perubahan jembatan penghubung itu nantinya akan ditafsir menelan anggaran mencapai miliaran rupiah.

“Untuk biaya perbaikan, nanti rencananya akan diambil melalui anggaran pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. Tujuannya, agar pengendara yang melintas bisa nyaman,” pungkasnya. 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular