Lokasi bangunan buruh tersengat listrik
Lokasi bangunan buruh tersengat listrik
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews. com -Tiga buruh proyek tersengat listrik tegangan tinggi saat bekerja di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Teuku Umar Barat nomor 38F, Denpasar Barat, Selasa (30/7/2019). Dalam kondisi luka-luka, ketiganya dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar Barat.

Korban masing-masing Nur Kamid (32), Suradi (40), dan Muhamad Maskur, ketiganya beralamat di Jalan Teuku Umar Barat nomor 69, Denpasar Barat.

Saat ini korban Muhamad Maskur belum sadarkan diri dan kondisinya masih kritis.
Pria asal Grobokan Jawa Tengah ini mengalami luka di kepala, telinga mengeluarkan darah dan luka lecet pada tangan kanan akibat terjatuh dari atas scaffloding.

Sedangkan Nur Kamid mengalami luka di kepala, luka lecet di lengan kanan, kaki lecet akibat kesetrum dan terjatuh dari scaffloding. Korban Suradi mengalami luka lecet pada lengan kanan, luka lecet pada punggung akibat kesetrum listrik.
Informasi menyebutkan, tiga korban sebelumnya mengerjakan proyek di ruko di Jalan Teuku Umar Barat nomor 38F, Denpasar Barat, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 08.47 Wita.

Berawal korban Nur Kamid dan Suradi naik ke atas ruko sambil memegang besi. Sedangkan Muhamad Maskur ada di bawah memegang scaffloding.
Namun Nur Kamid dan Suradi yang memegang besi sepanjang 6 meter tiba-tiba saja menyentuh kabel listrik. Sontak, kedua korban terjatuh dan menimpa paving.

Selain itu, Muhamad Maskur juga terjatuh kesetrum listrik di TKP.
Karena lokasi TKP berada di pinggir jalan raya, peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat pengguna jalan yang melintas. Dalam kondisi luka-luka, tiga korban langsung dilarikan ke rumah sakit Sanglah Denpasar.

Sementara dari hasil penyelidikan aparat kepolisian Polsek Denpasar barat, kecelakaan itu diduga akibat keteledoran para pekerja. Pasalnya, jarak bangunan toko dengan kabel listrik di TKP berada dalam posisi aman yakni 5 meter.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aji Yoga Sekar mengatakan ketiga buruh yang bekerja dalam kondisi luka-luka akibat tersengat aliran listrik.

“Tiga buruh sudah dilarikan ke rumah sakit. Masih kami dalami penyelidikan,” jelas Iptu Yoga. PL

DENPASAR-Kasus dugaan korupsi di PLN P3B (Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban) Transmisi Jawa-Bali yang berkantor di Desa Kapal Mengwi Badung, muncul ke permukaan. Saat ini penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Bali masih melakukan pengusutan pengadaan belanja barang diduga fiktif senilai Rp 779.411.475.
Sumber informasi menyebutkan, kasus ini diselidiki Ditreskrimsus Polda Bali berdasarkan hasil investigasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selanjutnya, Tim Tipikor Ditreskrimsus menindaklanjuti hasil investigasi itu dengan melakukan penyelidikan di lapangan.
“Ya, kami masih mendalaminya. Tim Tipikor masih melakukan proses penyelidikan dan pendalaman,” tegas Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Selasa (30/7) kemarin.
Keterangan terpisah disampaikan Kasubbdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati. Ia mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan dokumen terkait kasus itu.
Kasus itu diduga terkait pengadaan belanja barang Koperasi PLN. “Nanti bersamaan dengan pengumpulan dokumen, juga dilakukan klarifikasi penanggungjawabnya,” tegasnya. (PL/bpn/tim)