Saat Natal, Ratusan Napi di Bali Terima Remisi Khusus, 2 Napi Bebas

Pemberian remisi ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, pada Sabtu (25/12/2021)
Pemberian remisi ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, pada Sabtu (25/12/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Sebanyak 238 napi yang tersebar di sejumlah Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Bali menerima remisi dalam rangka Hari Raya Natal 2021. Dari ratusan napi yang dapat remisi tersebut, 26 diantaranya warga negara asing (WNA) dan dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) langsung bebas.

Pemberian remisi ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, pada Sabtu (25/12/2021). Dijelaskanya, pemberian remisi khusus ini sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, Pasal 14 (1a), bahwa remisi merupakan salah satu hak setiap narapidana yang telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Dimana, remisi khusus adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan Anak Pidana pada hari besar keagamaan yang dianut oleh yang bersangkutan.

Dengan ketentuan jika suatu agama mempunyai lebih dari satu hari besar keagamaan dalam setahun, maka yang dipilih adalah hari besar yang paling dimuliakan oleh penganut agama yang bersangkutan.

Baca Juga :  Jelang Nataru Pemerintah Optimis Inflasi Pangan Terkendali

Menindaklanjuti surat edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Perihal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021 Kepada Narapidana Nomor : PAS-PK.01.05.05-1424 Tanggal 4 November 2021. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali melalui Divisi Pemasyarakatan telah melaksanakan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis di daerah Provinsi Bali baik di Lapas maupun Rutan untuk melaksanakan verifikasi terhadap Warga Binaan

Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi syarat-syarat administrasi dan substansi untuk selanjutnya mengusulkan untuk memperoleh remisi.

Adapun remisi yang diberikan terdiri dari Lapas Kelas IIA Kerobokan sebanyak 125 orang narapidana. Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan sebanyak 20 orang narapidana. Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli sebanyak 48 orang narapidana. Lapas Kelas IIB Karangasem sebanyak 9 orang narapidana. Lapas Kelas IIB Tabanan sebanyak 7 orang narapidana.

Baca Juga :  Update Gempa Cianjur: 3 Jenazah Ditemukan, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 321 Orang

Lanjut, Lapas Kelas IIB Singaraja sebanyak 6 orang narapidana. LPKA Kelas II Karangasem sebanyak 2 orang narapidana. Rutan Kelas IIB Bangli sebanyak 10 orang narapidana. Rutan Kelas IIB Gianyar sebanyak 9 orang narapidana. Rutan Kelas IIB Negara sebanyak 2 orang narapidana.

Sementara dari ratusan napi itu tercatat ada 26 napi WNA yang mendapat remisi. Terdiri dari Lapas Kerobokan 14 orang, LPP Kerobokan 5 orang, Lapas Singaraja 1 orang dan Lapastik 6 orang.

“Remisi khusus diberikan kepada 238 napi WBP, 26 diantaranya WNA,” ungkap Jamaruli.

Dalam pemberian remisi itu, 2 orang WBP dinyatakan langsung bebas. Keduanya merupakan WBP dari Lapas Kerobokan.

“Dua napi langsung bebas,” ujarnya.

Disampaikannya, bahwa Penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021 ini adalah suatu hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diberikan oleh Negara bagi yang telah memenuhi syarat atau berprilaku baik.

Baca Juga :  OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Perbankan

Tentunya remisi ini diberikan kepada WBP yang sudah memenuhi kriteria dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku selama masa pembinaan di pemasyarakatan.

Kegiatan pembinaan yang dilakukan seperti pelatihan peternakan, pertanian, Tata Boga, sablon, melukis, kerajinan perak, menjahit, teknik las dan beberapa kegiatan pembinaan lainnya. Hal tersebut penting bagi mereka setelah keluar dari Lapas sebagai bekal untuk dapat hidup secara normal dan berbuat lebih baik dengan tidak mengulangi tindak pidananya sehingga nantinya mereka siap untuk dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat.

Penulis : Kontributor Denpasar
Editor : Oka Suryawan