Pelaku diamankan
Pelaku diamankan
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Peredaran Narkotika di Gumi Lahar kian menghawatirkan, kasus jeratan barang haram itu kini bahkan sampai merasuk ke pelosok – pelosok desa.

Seperti kisah salah satu tersangka pengguna narkotika asal Desa Pering Sari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem ini misalnya. Pria berusia 30 tahun berinisial IKGJ alias J mengaku sudah akrab dengan Narkotika sejak tahun 2018 silam ketika diringkus jajaran Satuan Narkoba Polres Karangasem pada Senin 22 Juli 2019 lalu.

Kasat Narkoba Polres Karangasem, AKP. I Nyoman Merta Kariana ketika menggelar presrilies pada Rabu (21/08/2019) menuturkan, berdasarkan pengakuan lelaki yang berprofesi sebagai sopir truk ini, barang haram ini diperolehnya dari rekan seprofesinya yang berasal dari wilayah Klungkung. Selama menjadi seorang pemakai, tersangka bahkan sampai menjual satu unit truk miliknya untuk memenuhi kebutuhan membeli sabu – sabu tersebut.

“Saat diamankan, dari tersangka J ini diperoleh barang bukti berupa alat hisap bong dan narkotika jenis sabu dibungkus dengan uang pecahan 5 ribu yang disembunyikan dalam sebuah casing hp,” kata AKP. I Nyoman Merta Kariana.

Berbekal sejumlah informasi yang diperoleh dari tersangka, hanya berselang dua jam setelah penangkapan J, jajaran Reskoba Polres Karangasem langsung neringkus IKJ (34) seseorang yang menjual narkoba kepada J di Dusun Ambengan, Desa Tangkas, Klungkung.

“Ketika ditangkap, dari tersangka IKJ diamankan 2 paket narkotika jenis sabu – sabu dan sebuah alat isap bong,” ungkap Merta Kariana.

Untuk mempertanggungajawabkan perbuatannya keduanya dikenakan pasal berbeda. Yaitu untuk tersangka IKGA asal Desa Peringsari dijerat pasal 112 ayat 1 sub pasal 127 ayat1 huruf A UU RI. Nomor 35 Tahun 2009 tentang pengguna Narkotika, dengan ancaman penjara 4 sampai 12 tahun dan denda delapan ratus juta sampai delapan milyar rupiah.

Sementara IKJ, Supir truk asal Klungkung, dijerat dengan pasal pengedar dan pengguna, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Pidana denda paling sedikit Rp.1 milyar hingga Rp.10 milyar.(rls/bpn/tim)