Pelaku ketika memberi pengakuan soal kenapa membunuh sang kekasih
Pelaku ketika memberi pengakuan soal kenapa membunuh sang kekasih

SINGARAJA, balipuspanews.com – Motif aksi pembunuhan yang dilakukan Kadek Indra Jaya alias Kodok sebelumnya diinisialkan KIJ (20) warga Tabanan terhadap kekasihnya sendiri yakni Ni Made Serli Mahardika (20) seorang mahasiswi Undiksha Singaraja asal Tabanan, akhirnya terkuak.

Kodok nekat menghabisi nyawa kekasihnya lantaran dibakar api cemburu.

sewa motor matic murah dibali

Sejatinya, pelaku Kodok dengan korban Serli, sudah menjalin hubungan sejak tahun 2013 lalu. Hubungan dua sejoli inipun sempat mengalami putu nyambung, hingga akhirnya mereka kembali menjalin hubungan sejak 7 bulan terakhir ini, sebelum korban Serli ditemukan tewas membusuk di kamar kos di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (11/4) siang.

Mencuat kabar, pelaku Kodok disebut-sebut residivis atas kasus penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan. Kodok sempat menjalani hukuman penjara selama 1 tahun lamanya.

Selama mereka menjalin hubungan, korban dan pelaku memang sering terlibat cekcok hingga apes menimpa korban.

Kodok nekat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri yang diduga terjadi pada Senin (8/4) sekitar pukul 19.00 wita lantaran tersulut emosi, merasa cemburu atas kesibukan aktivitas kekasihnya di kampus, bahkan korban dituding main hati dengan pria lain.

Saat digelandang ke Mapolres Buleleng, pelaku Kodok hanya terunduk.

Ia mengaku menyesal melakukan aksi itu. Selama pacaran pria bertato ini juga mengaku kerap cekcok dan berujung main tangan, alasan sepele yakni cemburu.

Kodok pun mengaku sudah pacaran sejak SMP, namun sempat putus nyambung karena tidak direstui orangtua korban.

Nah, jalinan asmara keduanya pada beberapa bulan terakhir dilakukan backstreet (diam-diam), tanpa sepengetahuan orangtua korban.

“Keadaan emosi, setiap berantem pasti saling pukul, ya gara-gara hal sepele. Awalnya, dia pagi ke kampus sampai sore, terus baru duduk belum makan, dia mau ke kampus lagi. Ada chat diajain buat tugas bareng cowok, saya cemburu terus cekcok, emosi saya gak terkontrol,” singkat Kodok, Jumat (12/4).

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami motif aksi yang dilakukan oleh pelaku, kendati pelaku mengaku aksi nekat itu dilakukan karena cemburu.

Kapolsek Wiranata menerangkan, sebelum korban tewas, pelaku sempat membekap wajah korban menggunakan bantal. Bukan itu saja, korban sempat memukul bagian leher korban termasuk mencekik leher korban.

Aksi tersebut dilakukan pelaku selama kurang lebih 1 jam, sekitar dari pukul 18.00 wita hingga pukul 19.00 wita.

“Setelah dipastikan korban meninggal, pelaku kemudian memposisikan korban seperti orang tidur. Kemudian pelaku meninggalkan kost korban, dengan mengunci pintu kamar,” ungkapnya.

Usai melancarkan aksinya, pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan langsung melarikan diri menuju ke Tabanan. Setelah korban ditemukan tewas pada Kamis (11/4), pelaku Kodok kemudian dipancing menuju ke Singaraja hingga akhirnya dibekuk polisi.

“Dari keterangan beberapa saksi disekitar kos, pelaku memang sering berada di kos korban,” jelasnya.

Polisi mengankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 buah bantal, 1 lembar seprai, 1 potong selimut, 1 buah bantal leher, baju kaos berkerah dan celana pendek, 1 buah anak kunci kamar kost, 1 unit handphone, 1 unit handphone milik korban, dan 1 unit laptop.

“Sudah ada 8 orang saksi kami mintai keterangan. Dan motif kasus ini, masih dikembangkan. Untuk penyebab kematian korban, kami juga masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Sanglah,” pungkas Kapolsek Wiranata.

Akibat perbuatannya ini, terhadap pelaku Kadek Indra Jaya alias Kodok kini terancam dijerat dengan Pasal 337 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.  (nug/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...