Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Buleleng Sajikan Segala Hal Terbaik dari Buleleng, Pemkab Siap Berikan Buku Panduan Untuk...

Sajikan Segala Hal Terbaik dari Buleleng, Pemkab Siap Berikan Buku Panduan Untuk Wisatawan

BULELENG, balipuspanews.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Buleleng (Pemkab) terkait konsep The Spirit Of Sobean terus digencarkan. Konsep tersebut akan menyajikan segala hal yang terbaik dari masing-masing desa yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng.

Melihat hal itu nantinya akan berimbas ke setiap bidang termasuk juga pariwisata. Maka dari itu pemerintah berencana menyiapkan sebuah buku panduan yang berisi tentang hal terbaik yang ada di Buleleng.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan kedepan untuk semua hal yang terbaik di Buleleng seperti buah lokal, kuliner, dan produk UMKM akan dipilih yang terbaik sehingga apapun yang masuk ke dalam konsep tersebut akan mampu menarik wisatwan untuk menikmati. Selain itu pihaknya juga akan menyiapkan buku panduan untuk wisatawan yang datang ke Buleleng. BUku panduan ini berisi tentang hal-hal terbaik dari Kabupaten Buleleng.

“Upaya Pemkab Buleleng dalam membumikan “The Spirit Of Sobean” sudah semakin jelas. Mulai dari pemilihan buah lokal, kuliner, dan produk UMKM. Sampai pada penyiapan buku panduan untuk wisatawan yang nantinya berkunjung ke Kabupaten Buleleng,” ujarnya beberapa hari sebelumnya.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan Kata sobean sudah diterjemahkan dengan sangat detail sekali. Melalui curator, produk-produk terbaik seperti kuliner, hasil pertanian dan bangunan khas buleleng yang terdapat di masing-masing kecamatan akan dipilih selanjutnya dan sedang dipetakan.

Setelah semua produk-produk unggulan muncul di masing-masing kecamatan, selanjutnya akan masuk ke peta Buleleng. Ini untuk mempermudah mengetahui lokasi-lokasi produk unggulan The Spirit of Sobean yang ada. Melalui peta tersebut para wisatawan yang ingin menikmati produk sobean atau terbaik dari Buleleng akan dengan mudah menemukannya.

“Nah kalau masuk misalnya 1200 maka kita pilih menjadi 400. Nanti kita akan buat buku panduan sebagai petunjuk untuk pariwisata atau wisatawan,” jelasnya.

Dengan demikian konsep tersebut tidak saja untuk produk kerajinan dan kuliner semata. Bahkan, konsep tersebut juga meliputi tempat maupun bangunan seperti pura dan tempat lainya yang memiliki ciri khas Buleleng. Baik dari segi tata ruangnya maupun adat budaya yang terdapat di sekitarnya. Dengan demikian pemetaan dan pembuatan buku panduan dipastikan akan sangat membantu wisatawan yang ingin berkunjung.

“Misalkan dimana nyari blayag yang paling enak. Oh di Desa Tamblang. Dimana ada pura dengan karakter Buleleng paling menonjol, oh disini. Jadi wisatawan tidak perlu susah lagi,” paparnya.

Disisi lain, Gede Kresna selaku kurator dari konsep tersebut mengatakan dalam penilaian produk yang dihasilkan oleh masyarakat baik berupa olahan kuliner maupun kerajinan dirinya sudah memiliki parameter kurasi tersendiri.

Sedangkan untuk penilaian pangan tidak diperbolehkan menggunakan penyedap, pengawet maupun pewarna. Termasuk untuk produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat parameternya yaitu pada bahan dan kualitas serta pengemasannya.

“Tapi yang paling penting adalah apa yang akan kita lakukan dengan apa yang sudah kita verifikasi sebagai sobean,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan target dari konsep sobean ini adalah menjadikan Kabupaten Buleleng sebagai destinasi kunjungan dan destinasi pembelajaran bagi seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan kabupaten/kota yang terdapat di indonesia, Buleleng sendiri mempunyai segalanya. Baik itu kuliner, kerajinannya, budaya dan bangunan-bangunannya yang memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat lain.

“Tidak ada yang memiliki titik-titik sebanyak dan selengkap di Buleleng. Sampai saat ini data yang masuk sudah sampai 400. Tetapi kita masih menunggu sampai ada 700 titik yang akan masuk. Kemudian dari 700 itu kita akan kurasi lagi menjadi 400 sampai 500, dan itu akan dijadikan buku sebagai pegangan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of