Selasa, Mei 21, 2024
BerandaDenpasarSalahgunakan Ijin Tinggal Terbatas, Bule Australia Dideportasi

Salahgunakan Ijin Tinggal Terbatas, Bule Australia Dideportasi

DENPASAR, balipuspanews.com – Pria asal Australia berinisial GML,68, dideportasi pihak imigrasi karena menyalahkan gunakan ijin tinggal terbatas di Bali. Warga negara kangguru ini disebut menyewakan lahan yang disewanya kepada orang lain untuk usaha bar. GML dideportasi ke negaranya, pada Minggu (7/4/2024).

Menurut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Gede Dudy Duwita, GML merupakan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, dan berlaku hingga 22 Januari 2025.

Dari hasil pemeriksaan, GML melanggar sejumlah aturan visa investor, termasuk ketidakpatuhan dalam melaporkan perubahan alamatnya sesuai dengan Pasal 71 huruf a Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. S

“Dia (GML) juga melanggar larangan pemegang ITAS investor untuk melakukan pekerjaan dengan menyewakan sebagian villa yang sebelumnya telah ia sewa dari seseorang kepada orang lainnya untuk membuka bar,” bebernya, pada Senin (8/4/2024).

Sehingga GML diamankan dan diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada hari Jumat, 22 Maret 2024, untuk dilakukan upaya pendeportasian lebih lanjut.

BACA :  Kebakaran Melanda Rumah Lantai Dua, Diduga Korsleting Listrik

Namun, deportasi ini mengalami penundaan karena Satreskrim Polresta Denpasar. Sebab, GML sebelumnya telah melaporkan dugaan kasus penganiayaan yang dialaminya (berdasarkan Pasal 351 KUHP).

“Deportasi GML harus ditunda dan ia dapat menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kejelasan atas dugaan kasus yang menimpanya,” ujar Gede Dudy.

Selama masa pendetensian GML mengalami penurunan kondisi kesehatan, hingga mengalami tekanan mental tinggi dan depresi berat.

Lantas, Kepala Kanwil Kemenkumham Bali kembali menyurati Polresta Denpasar yang meminta pertimbangan jika tidak ada hal memberatkan berkenaan dengan proses laporan perkara pidananya agar dapat dilaksanakan pendeportasiannya.

Alhasil Polresta Denpasar pun mencabut status penundaan pendeportasian GML pada 5 April 2024, dan GML didetensi selama 16 hari dan dideportasi pada 07 April 2024.

“GML telah dideportasi melalui bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan tujuan akhir Perth International Airport dengan dikawal oleh petugas Rudenim Denpasar. GML yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi,” jelasnya.

Penulis: Kontributor Denpasar

BACA :  Presiden Jokowi Bertemu Elon Musk, Bahas Potensi Pengembangan Investasi di Indonesia

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular