sewa motor matic murah dibali

DENPASAR UTARA,balipuspanews.com- IKIP PGRI Bali menggelar lomba pidato dan membaca puisi berbahasa Bali untuk memperingati Bulan Bahasa Bali yang dicetuskan gubernur Bali I Wayan Koster. Lomba yang berlangsung di aula Serba Guna IKIP PGRI itu dibuka oleh ketua tim Penggerak PKK Bali Nyonya Putri Suastini Koster Sabtu ( 23/2/2019).

Kedatangan Suastini Koster disambut oleh Rektor IKIP PGRI Bali Dr Made Suarta. Dalam sambutannya, Rektor Made Suarta memberikan apresiasi atas terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, sehingga bahasa Bali itu tidak punah. Pasalnya, tidak ada yang membuka khusus untuk kursus bahasa bali.

“Kalau sampai punah, maka Bali tidak ada taksunya,” ujar Rektor asal Sesetan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memuji komitmen Bunda Putri sebutan akrab istri orang nomor satu dijajaran Pemerintah Provinsi Bali tersebut.

“Begitu Gubernur Bali dilantik, langsung bergerak salah satunya ngajegang bahasa bali dan juga seni,” kata Rektor.

Dipandang Suarta, kegiatan Bulan bahasa Bali merupakan bagian dari mengajegkan  budaya Bali dan Bahasa bali. Dalam kaitan tersebut, dirinya menyebut  ada tujuh unsur yang harus dijaga dan dilestarikan. Tujuh unsur yang dimaksud adalah agama, seni, pakain, rumah adat, perkakas, bahasa, adat istiadat.

Ten ngidaang ngae luung pedidi, (tidak bisa membuat baik sendiri), mari lakukan bersama-sama,” ujarnya seraya mengajak bersama ngajegang Bali.

IKIP PGRI Bali, lanjut Suarta, dalam mengajegkan seni dan budaya Bali, sudah melaksanakan melalui program ngayah ke beberapa pura besar di Bali.

” Hampir seluruh pura besar di Kabupaten/Kota di Bali pernah hadir ngayah,” jelas Rektor yang juga seniman arja.

Disinggung mengenai penggunakan Busana Bali, pihaknya menyatakan bahwa IKIP PGRI Bali sudah menjalankan hal tersebut.  Misalnya seluruh dosen, mahasiswa diwajibkan menggunakan busana adat Bali pada hari Purnama,Tilem dan ditambahkan sesuai Pergub Bali yaitu pada hari Kamis.

Sementara Putri Suastini Koster usai membuka acara, menyempatkan diri menyanyikan lagu bali berjudul Raja Pala, dan setelah itu membacakan puisi berjudul Sampian Emas karya Nala Antara. Putri Koster mengatakan, ke depan semua kegiatan berbahasa Bali semakin ditingkatkan. Karena gejala-gejala “degradasi” bahasa bali . Untuk itu diperlukan upaya bahasa bali tersebut bisa bertumbuh kembang.

“Kita harus menumbuh kembangkan sejak dini yang dimulai dari keluarga di rumah untuk membiasakan berbahasa Bali, sehingga tumbuh kesadaran dan saya bangga kalau berbicara sama orang menggunakan bahasa Bali alus,” katanya seraya mengimbau agar jangan gengsi ataupun malu menggunakan bahasa Bali.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Ketua YPLP IKIP PGRI Bali I GB Arthanegara, Dekan, Kaprodi, dan Civitas akademika IKIP PGRI Bali.

Suasana semakin semarak ketika Rektor Suarta Tampil menembangkan  pupuh Ginada yang dibawakan dengan lengut (lembut).

Disela kunjungannya ke kampus IKIP PGRI Suastini Koster menyempatkan diri untuk meninjau puluhan pameran lukisan di depan Aula serba guna FPBS yang merupakan karya mahasiswa IKIP PGRI Bali.(bud/bas/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...