Rahman, ketua Pramusti Bali (istimewa)
Rahman, ketua Pramusti Bali (istimewa)

DENPASAR, balipuspanews.com – Pramusti Bali sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mewadahi artis penyanyi, musisi, pencipta lagu, dan insan seni Bali merayakan ulang tahun ke -16 tahun di JAKI, Gatsu Denpasar, Selasa (30/6/2020).

Ultah Pramusti Bali sangat sederhana dan bahkan sebagian anggotanya mengikuti perayaan melalui media zoom. Tentunya sebagai upaya membatasi keramaian sesuai protokol kesehatan. Dalam upaya pencegahan pandemi global wabah virus corona, COVID – 19.

Diketahui Pramusti Bali, telah berdiri sejak, 30 Juni 2004 dan dideklarasikan secara publik sejak 30 Oktober 2004, serta mengukuhkan kepengurusan barunya, Minggu, 14 Desember 2010.

Sebagai upaya menguatkan profesionalitas, dan menggugah rasa estetis, nilai moralitas, serta meningkatkan mutu dan kualitas seniman Bali terutama di bidang seni musik berstandar internasional.

Di samping itu, Pramusti Bali juga punya visi dan misi dalam upaya melakukan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bakat dan telanta generasi muda Bali di bidang seni budaya terutama dalam dunia seni musik di Bali, sehingga ke depan mampu tercipta industri musik Bali berbasis kearifan lokal yang berdaya saing global, baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Ketua Pramusti Bali, IGN Murthana yang akrab disapa Rahman, perayaan ultah ini sebagai awal kita berbenah, agar Pramusti Bali ke depan semakin solid makin kreatif dalam menggeliatkan industri blantika musik Bali secara berkelanjutan.

“Kita berharap Pramusti Bali ke depan bisa lebih kompak, tetap langgeng, jaya selamanya, dan dapat dukungan semua insan seni Bali, ” harapnya.

Sekedar mengingatkan Pramusti Bali selama ini telah berkiprah dalam even kolosal di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), dan sejumlah even pemerintahan, dan juga berbagai even swadaya. Termasuk even konser musik online menabur dan konser virtual.

Sebagai upaya peduli rasa keprihatinan atas nilai kemanusiaan bagi masyarakat terdampak pandemi global wabah virus corona, COVID – 19, termasuk para insan seni Bali tentunya.

PENULIS : Nyoman Wija

EDITOR : Oka Suryawan