Sambut HUT ke-78 RI, Kemenko PMK Gelar Diskusi ‘Suara dan Kreasi Anak Indonesia’

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-78, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar diskusi ‘Suara dan Kreasi Anak Indonesia’. Acara berlangsung di Kemenko PMK, Jakarta, pada Jumat (25/8/2023). Acara diskusi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum dan Pemerhati Anak sekaligus Ketua umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan diskusi ‘Suara dan Kreasi Anak Indonesia’ bertujuan meningkatkan partisipasi anak-anak Indonesia sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-78.

“Kami ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk merayakan bersama-sama. Sebenarnya idenya dari anak, oleh anak, untuk anak yang mengisi acara sendiri juga anak-anak, kemudian yang menjadi MC dan moderator juga anak-anak,” ucap Woro.

Lebih lanjut Woro mengatakan pihaknya mengangkat topik digitalisasi dimana pihaknya ingin menyosialisasikan teknologi digital dimanfaatkan dengan maksimal sekaligus menghindari dampak negatif dari teknologi digital tersebut. “Digitalisasi tidak mungkin kita hindari dan yang terdampak itu adalah anak-anak karena sangat rentan terhadap kemajuan teknologi digital,” jelasnya.

BACA :  Perlu Basis DTSEN Representatif dan Afirmasi di Daerah 3T

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum berharap diskusi tersebut memberi pengetahuan bagi anak-anak terkait dampak negatif dari digitalisasi. Sehingga anak-anak dapat menjaga diri dari pengaruh negatif teknologi digital.

Sementara itu, Pemerhati Anak Seto Mulyadi menjelaskan, ada pengaruh positif dan negatif ketika menggunakan gadget. Hal ini benar-benar harus dilakukan perlindungan dan pengawasan dari orangtua kepada anak. “Perlindungan anak berasal dari keluarga, yaitu ayah dan ibu karena paling dekat dengan keluarga di lingkungan adalah keluarga,” tegasnya.

Kak Seto meminta para orang tua untuk tidak mendidik anak dengan kekerasan seperti memukul dan membentak, karena itu bisa mengubah karakter anak. “Peran orang tua dalam membetuk karakter anak ini sangat penting. Anak-anak itu jangan dibentak. Jangan marah-marah, apalagi sampai mukul anak. Ini bisa mengganggu mentalnya, karena membekas di ingatannya. Kelak bisa saja ia meniru perlakuan yang ia terima sejak kecil,” tutup Kak Seto.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular