Sambut KTT G-20, Kodam IX Udayana Simulasi Pembebasan Para Delegasi dari Aksi Terorisme

Show Of Force pembebasan para delegasi yang disandera oleh kelompok terorisme
Show Of Force pembebasan para delegasi yang disandera oleh kelompok terorisme

DENPASAR, balipuspanews.com – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G-20) yang berlangsung di Bali pada Oktober 2022 mendatang, Kodam IX Udayana melaksanakan persiapan persiapan salah satunya menggelar Show Of Force pembebasan para delegasi yang disandera oleh kelompok terorisme.

Show Of Force pembebasan para delegasi yang disandera oleh kelompok terorisme

Simulasi ini dilaksanakan untuk menunjukkan ke masyarakat dunia bahwa Kodam IX Udayana siap mengamankan jalanya KTT G-20 yang nantinya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sementara hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kabinda Bali Brigjen Pol Hadi Purnomo, dan 1.500 pejabat TNI dan Polri lainnya.

Dalam Show Of Force tersebut melibatkan empat satuan elit Kodam IX/Udayana. Yakni Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Yonif 741/Garuda Nusantara, Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka, dan Denkav 4/sima Pasupati.

Baca Juga :  Putri Koster Ajak Membentuk Koperasi untuk Menampung Hasil Karya

Puluhan prajurit dari empat satuan elit tersebut melakukan demonstrasi pembebasan sandera oleh teroris hingga akhirnya berhasil diselamatkan.

Demonstrasi ini menceritakan saat para delegasi KTT G 20 disandera kelompok terorisme dan menuntut uang tebusan sebesar Rp 5 miliar kepada pemerintah.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto sebagai Dansubsatgas Pengamanan wilayah kemudian memerintahkan Danyon Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Danyonif 741/Garuda Nusantara, Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka, dan Dandenkav 4/Shima Pasupati untuk segera bertindak membebaskan para sandera dari kelompok teroris.

Menerima perintah Pangdam, Danyonif 741/Garuda Nusantara sebagai Dansubsubsatgas Ring 2, menugaskan pasukan elitnya untuk mengepung lokasi teroris.

Atas dasar pertimbangan taktis dan strategis, Danyonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama dan Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka kemudian mendapatkan perintah untuk melaksanakan operasi Raid pembebasan tawanan.

Baca Juga :  Seminggu Ops Zebra, Ada 3 Polres Tercatat Alami Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas

Walhasil, satu Tim Raid  dari pasukan yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama dan Tim Escape dari Detasemen Kaveleri 4/Shima Pasopati menyerbu ke lokasi dengan metode gerak cepat dan senyap tepat untuk menyelamatkan para sandera.

Hanya dalam waktu hitungan menit, prajurit dari empat satuan elit Kodam IX/Udayana itu pun akhirnya berhasil merangsek masuk dan menghancurkan kelompok terorisme dengan ledakan bom sebanyak 2 kali. Aksi heroik para prajurit pilihan tersebut mendapat tepuk tangan dari ratusan penonton yang hadir.

Sementara itu, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto menegaskan bahwa dalam persiapan pengamanan KTT G-20 pihaknya Kodam IX/Udayana bersama Polda Bali dan unsur pengamanan lainnya bersinergi melakukan conditioning wilayah, baik di Bali, NTB, dan NTT.

Baca Juga :  Lionel Messi Melampaui Diego Maradona Untuk Rekor Besar Di Piala Dunia FIFA

“Kami sudah memetakan potensi ancaman yang mungkin akan terjadi mengganggu jalannya KTT G-20,” ungkap Pangdam Sonny Aprianto usai menggelar simulasi pembebasan terorisme.

Jenderal bintang dua di pundak ini kembali menegaskan  simulasi yang ditunjukan oleh prajurit Kodam IX/Udayana sedianya menunjukan kepada masyarakat bahwa Kodam IX/Udayana siap menjamin pengamanan KTT G-20.

“Pengamanan dalam konferensi ini adalah pertaruhan harga diri bangsa Indonesia di mata internasional,” tegas Mayjen Sonny Aprianto.

Dijelaskannya, mengingat konferensi ini sangat penting, Kodam IX/Udayana sedianya akan mengerahkan 6.000 pasukan untuk Satgas pengamanan wilayah dan 2.000 pasukan untuk Satgas evakuasi bencana.

“Selain prajurit Kodam IX/Udayana juga ada personil Polda Bali, Polda NTB, Polda NTT, dan unsur pengamanan lainnya,” tegas Pangdam.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan