Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng
Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Persiapan menghadapi era baru atau yang sering disebut new normal Kabupaten Buleleng sudah mulai mengambil ancang ancang. Beberapa kebijakan yang sebelumnya sempat dikeluarkan akan diadakan revisi. Misalnya seperti jam oprasional toko, warung dan pasar yang sebelumnya dibatasi, rencananya akan kembali diperpanjang, Senin (6/7/2020)

Hal tersebut tidak lain adalah tindaklanjut dari Surat Edaran Gubernur Bali yang akan membuka Bali pada tanggal 9 juli 2020 mendatang. Namun hanya beberapa sektor yang akan dibuka terlebih dahulu seperti, sektor pariwisata namun hanya untuk wisatawan domestik, kantor Pemerintahan, dan tempat ibadah namun untuk warga Bali.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST. Ia mengatakan secara langsung terkait kebijakan perpanjangan jam tersebut. Pihaknya sedang mempersiapkan semuanya, akan tetapi semua mengikuti skema dari Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) dalam menjalankan protokol kesehatan di era new normal ini. Sebab terkait hal protap covid-19 sudah ditentukan oleh Pemprov Bali.

“Protap covid sudah keluar dari Perovinsi, sekarang kami sedang tindaklanjuti itu dan segera melakukan MoU dengan semua sektor yang rencannya selesai pada 9 Juli mendatang,” terangnya

Hal yang senada ditegaskan oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng yang mengungkapkan sampai saat ini ada 14 sektor yang dibuka kembali kecuali sektor pendidikan dan olahraga. Dirinya mengaku masih menunggu skema new normal dalam bidang pendidikan dan olahraga.

Tentu ini sedang dibahas dan dirancang oleh Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk nantinya menjadi pedoman bagi kita di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya

Tidak hanya itu, lanjut Suyasa terkait perpanjangan jam oprasional pasar, toko, dan warung nantinya akan segera dilakukan evaluasi. Sebab hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali dan intruksi Bupati Buleleng, tanggal 9 Juli 2020 sudah akan diberlakukan perpanjangan jam oprasional pasar, toko, dan warung. Akan tetapi dirinya tetap menegaskan, sebelum Surat Edaran diterbitkan, jam oprasional masih berlaku sesuai Surat Edaran sebelumnya.

“Ini perlu menjadi pertimbangan namun sebelum ada Surat Edaran Bupati Buleleng terbaru, mohon untuk tidak melanggar jam oprasional sesuai Surat Edaran sebelumnya,” pungkasnya

Penulis : Nyoman Darma

Facebook Comments