Sampah Organik Bekas Sembahyang IBTK Diolah Jadi Pupuk

Sampah organik bekas serangkaian IBTK di Pura Agung Besakih diolah menjadi pupuk
Sampah organik bekas serangkaian IBTK di Pura Agung Besakih diolah menjadi pupuk

KARANGASEM, balipuspanews.com – Sampah organik yang dihasilkan selama berlangsungnya Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali diolah menjadi pupuk.

Pengolahan sampah organik tersebut dilakukan oleh Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Basuki Lestari Besakih bekerja sama dengan Desa Adat, Desa Dinas, dan juga BUMDes Besakih dengan lokasi pengelolaan berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Banjar Palak, Desa Besakih, Rendang, Karangasem.

Ketua UPS3R Besakih, I Wayan Suartika kepada awak media, Rabu (25/4/2023) menuturkan, sampah yang diolah menjadi pupuk tersebut adalah jenis sampah organik sisa persembahyangan pemedek di Pura Agung Besakih seperti sisa canang, bunga dan sampian serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari bahan organik.

Baca Juga :  17 Siswa SMP di Buleleng Ikuti Pertukaran Pelajar ke Australia

“Sampah bekas pemedek yang masuk ke TPA ini kita pilah dulu untuk memisahkan sampah organik dengan sampah plastik. Setelah itu sampah organik yang kita pilah akan diolah menjadi pupuk organik yang bisa dipakai untuk memupuk bunga dan tanaman lainnya,” kata Suartika.

Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk, sampah plastik yang telah dipilah, jika kondisinya masih cukup bagus akan dijual kembali sedangkan untuk sampah plastik yang sudah rusak akan dimusnahkan.

Ia berharap, dengan adanya pengolahan sampah tersebut, kedepannya bisa lebih menumbuhkan kesadaran masyarakat maupun pemedek sehingga saat membuang sampah organik tidak dicampur dengan sampah plastik.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan