sewa motor matic murah dibali

Singaraja, balipuspanews.com– Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pembersihan di areal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Bengkala, dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia, Jumat (5/10).

Perlu diketahui, kondisi sampah di TPA Bengkala luasnya 4,8 hektar itupun kini nampak mulai overload (penuh).

Nah, dari sisi kajian teknis, usia TPA itupun hanya mampu berfungsi 3 sampai 4 tahun kedepan.

Menyikapi fenomena itu, Kepala DLH Buleleng Ariadi Pribadi, berencana akan memperluas TPA Bengkala sekitar 1,5 hektar, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Disamping melakukan perluasan TPA, Kadis Ariadi juga akan mengupayakan gerakan pelestarian lingkungan TPA untuk mengurangi bau dan pencemaran lingkungan.

“Secara bertahap, kita akan gencarkan pembinaan kepada masyarakat untuk mencintai sampah dengan mengelola sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing,” kata Kadis Ariadi.

Salah satunya, imbuh dia, sosialisasi dalam rangka Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia, untuk membuka kesadaran bersama dalam mengelola sampah secara terintegrasi dari rumah tangga sampai tingkat Kabupaten.

“Fenomena sekarang, semua TPS ataupun TPA tidak pernah sepi dari buangan sampah warga. Padahal, sampah sejatinya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan income keluarga, tentunya melalui pengelolaan sampah yang profesional. Astungkara, sosialisasi di Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia, membuka kesadaran bersama dalam mengelola sampah,” harapnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Dewa Ketut Puspaka menyampaikan, terima kasih kepada seluruh tenaga harian lepas DLH Buleleng yang merupakan pahlawan Buleleng dalam menjaga kebersihan, karena tanpa kerja keras tenaga kebersihan mungkin kondisi Buleleng sudah sangat kotor. Namun dalam hal penghasilan, THL Buleleng tergolong masih kecil yaitu Rp. 32.000/4 jam.

Sekda Puspaka mengungkapkan, meski petugas hanya bekerja empat jam, namun pekerjaaan dilakoni sangatlah beresiko.

“Setiap hari, mereka (petugas) pekerjaannya berdampingan dengan sampah. Tentu berisiko, terutama kesehatan paru-paru. Kedepan, kami akan berjuang untuk meningkatkan penghasilan THL sekaligus peningkatan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Dengan adanya peningkatan tersebut, Sekda Puspaka berharap, seluruh THL di Buleleng bisa merasakan kesejahteraan.

Selain gerakan pembersihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sembako dan baju bagi petugas kebersihan sebanyak 526 orang tenaga harian lepas (THL) DLH Buleleng, terdiri dari 216 orang tenaga penanganan sampah, 268 orang tenaga penyapu dan 42 orang tenaga pengelolaan sampah.

Pada penghujung acara nanti juga dilakukan pengundian kupon doorprize kepada tenaga kebersihan.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here