Minggu, April 14, 2024
BerandaGianyarSanksi Denda Rp. 25 Juta Rupiah, Jika Beri Sedekah pada Gepeng di...

Sanksi Denda Rp. 25 Juta Rupiah, Jika Beri Sedekah pada Gepeng di Ubud

Cegah agar tidak maraknya para gepeng “pengkung” Satpol PP Gianyar lakukan tindakan tegas yakni pemberian sanksi denda sebesar  maksimal Rp. 25 Juta bila memberikan uang untuk para gepeng.

Ketut Catur Kusumaningrat, Gianyar

Maraknya gepeng di daerah pariwisata Ubud membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP, red) Kabupaten Gianyar geram. Untuk menekan peredaran para gepeng yang membandel tersebut, Satpol PP Gianyar menghimbau sesuai Perda terkait para pemberi atau gepeng yang menerima uang akan didenda sebesar maksimal Rp. 25 juta rupiah.

“Kami bertindak tegas, sesuai Perda nomor 15 tahun 2015 bagi yang memberikan uang kepada gepeng akan dikenakan denda sebesar maksimal Rp. 25 juta rupiah, ” ujar Kasatpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha, Selasa (30/7/2019).

Tindakan tegas ini dilakukan karena banyaknya gepeng yang sebelumnya sudah diamankan oleh petugas dan dipulangkan ke daerah asalnya kembali lagi ke Gianyar, hal ini dapat mengganggu kenyamanan di Masyarakat maupun wisatawan.

Seperti halnya pada saat sidak gepeng di jantung pariwisata Ubud Gianyar pada Selasa (30/7/2019) pagi, ditemukan sebanyak 16 orang gepeng yang semuanya berasal dari satu daerah yakni Desa Munti Gunung Karangasem.

BACA :  Kabinet Pemerintahan Baru Diharapkan Diisi Figur Kompeten

“Itu sebanyak 16 gepeng pengkung langsung kami angkut dan serahkan ke Dinas Sosial sebelum dikembalikan ke daerah asalnya Munti Gunung,” katanya.

Rencananya, petugas Satpol PP Gianyar akan memasang sepanduk atau iklan kecil yang memberikan informasi bagi masyarakat terkait dapat dikenakan denda jika memberikan uang kepada gepeng sebesar maksimal Rp. 25 juta rupiah. “Kami pasang (spanduk dan iklan, red) di area strategis, ini sebagai himbauan kepada masyarakat,” ucapnya. (catur/bpn/tim).

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular