Keberadaan sapi di Tegallalang
Keberadaan sapi di Tegallalang
sewa motor matic murah dibali

TEGALALANG, balipuspanews.com – Tewasnya sapi milik warga di Tiga Banjar Patas, Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, dan Banjar Jati, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar, sapi milik warga tewas dengan rata-rata, isi jeroan, seperti hati dan paru-paru hilang terus bertambah sampai Rabu (18/9/2019) sudah 6 sapi tewas.

Peristiwa ini terus berlanjut
dari sebelumnya hanya satu ekor, tiga hari terakhir, kini jumlahnya malah mencapai enam ekor.

Kasus yang meresahkan warga ini, sapi milik warga tewas dengan rata-rata, isi jeroan, seperti hati dan paru-paru hilang.
Sedangkan badan sapi sama sekali tidak disantap dan ditinggal didekat kandang sapi masing-masing pemilik.

Tidak diketahui jelas apa yang memakan jeroan sapi ini, hanya saja jumlah ternak warga yang tewas dengan ciri-ciri yang sama terus bertambah.

Bahkan I Wayan Suarsana mengaku sudah dua ekor sapinya tewas dimakan pada hari bersamaan, dan keduanya didapatkan tewas.

” Kedua sapi yang mati, isi jeroannya sudah hilang”, katanya.

Mendapatkan ternaknya sudah tewas dengan kondisi aneh, diapun tidak berniat untuk memotong sapinya untuk dikonsumsi.

Bangkai sapi itupun di kubur di dekat kandang tempat memelihara sapi miliknya,” saya enggan memotong sapi dengan kondisi seperti itu”, imbuhnya.
Tidak diketahui jelas apa yang menyantapnya, namun ada dugaan dimakan anjing buas yang berkeliaran di tegalan warga.

Hanya saja warga tidak pernah melihat secara langsung, namun beberapa warga mengaku pernah mendengar gonggongan anjing yang tidak jelas keberadaannya.
Berbeda dengan I Wayan Asi, satu ekor sapinya juga dimakan dibagian pantat, dan pastikan mati juga dimakan hewan buas.
Sedangkan I Mendra dan I Made Sukra, sapi miliknya tewas ditegalannya, berlokasi di Banjar Jati berselang sehari kemudian.
Sama dengan sapi yang tewas Banjar Patas, di tegalan Banjar Jati sapi milik warga juga tewas dengan jeroan hilang.
I Made Sukra sapinya didapatkan tewas dibagian dada berlubang, dan seluruh isi jeroan diduga dimakan, ” lubangnya ada sekepal tangan saya, dan didalamnya, jeroannya sudah tidak ada” , sesalnya.

Jumlah ternak tewas yang semakin bertambah, warga mengkawatirkan kasus ini akan terus terjadi.

Hanya saja , mengantisipasi sebagian warga berupaya dengan membuatkan kandang dengan menggunakan kayu.
Warga berharap dinas terkait dapat turun kelapangan untuk bersama-sama menelusuri kasus sapi tewas dengan ciri-ciri tersebut. (art/bpn/tim)